Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pastikan Subisidi Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga dan Pemkot Balikpapan Lakukan Sidak ke Pangkalan

Ajie Chandra • Jumat, 6 September 2024 | 14:05 WIB
PANTAU LAPANGAN: Sidak oleh tim Pertamina Patra Niaga dan Pemkot Balikpapan.
PANTAU LAPANGAN: Sidak oleh tim Pertamina Patra Niaga dan Pemkot Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN -PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pangkalan LPG di Kota Balikpapan pada Kamis (6/9). Sidak dilakukan bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Balikpapan bersama pemerintah kota.

Upaya turun langsung ke lapangan ini guna memastikan kelancaran distribusi khususnya untuk LPG subsidi melon 3 kilogram.

Alexander Susilo, Executive General Manager (EGM) Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan LPG subsidi di tengah masyarakat, serta memastikan penyaluran dilakukan sesuai aturan.

Pasalnya LPG 3 kg ini subisidi untuk masyarakat dan harus tepat sasaran sidak ini merupakan pengawalan yang dilakukan pihaknya bersama Pemkot Balikpapan.

“Kegiatan seperti ini kami lakukan berkala. Biasanya dari tim kami saja dan ada juga kali ini bersama Pemerintah Kota agar lebih terkordinir memastikan penyaluran subisidi tepat sasaran LPG 3 kg ini. Kami ingin memastikan kelancaran distribusi di pangkalan sudah baik atau belum. Serta, kami dan Pemda juga dapat segera menyelesaikan masalah distribusi LPG 3 kg yang ada dilapangan,” ucapnya, saat diwawancarai usai sidak, Jumat (6/9).

Dalam sidak tersebut, tim Pertamina Patra Niaga memeriksa beberapa aspek, mulai dari stok ketersediaan LPG, prosedur penjualan, penggunaan aplikasi MerchantApps ,hingga penyaluran LPG subsidi tepat sasaran.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik penyimpangan seperti penimbunan atau penjualan dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Tujuan utama dari sidak ini adalah untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga masyarakat yang berhak bisa mendapatkannya dengan harga yang sesuai," tambahnya.

Selain di pangkalan, Sidak gabungan ini juga menyambangi pengecer. Pihaknya ingin bersama Pemda melihat harga di pengecer ini perbedaannya bagaimana. Sehingga hasil dilapangan ini akan dicari formulanya bersama. Pasalnya rantai distribusi LPG 3 kg ini hanya sampai pangkalan dengan HET Rp 19 ribu.

“Jika ada pengkalan yang nakal sudah jelas ada sanksinya baik skors hingga pemutusan kerjasama. Di tahun ini sudah ada 67 pangkalan di Kalimantan yang dilakukan pemutusan kerja sama. Kami menjaga agar harga di pangkalan ini sesuai HET yang ditetapkan,” ungkapnya.

Sales Branch Manager Gas VI Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ahad Jabbar Syaifullah mengatakan, pihaknya melakukan sidak di empat pangkalan di Balikpapan bersama tim dari Pemerintah Kota Balikpapan. Kegiatan ini guna mengecek stok dan pencatatan subsidi tepat MerchantApps di lapangan.

“Hasil dilapangan, kondisi tabung habis, tapi ada pengiriman di hari yang sama juga. Secara keseluruhan penggunaan tabung LPG baik bersubsidi dan non subisidi di lapangan baik-baik saja. Kami juga mengimbau para pangkalan juga menyediakan tabung bright gas untuk alternatif penjualan gas,” terangnya.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga terus mengedukasi para pangkalan dan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan LPG subsidi 3 kg, yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, pemilik pangkalan Ahmad Bayasut mengatakan, jika tidak diawasi benar-benar LPG 3 kg ini akan banyak terjadi penyelewengan atau tidak tepat sasaran. Pasalnya, permintaan gas melon ini cukup tinggi, baru datang saja sudah habis.

“Biasanya LPG ini datang ke kami satu minggu dua kali. Karena memang dijatah tidak bisa dilepas seperti itu saja. Ya kalau datang langsung habis. Tapi sekarang saya bisa lebih mensortir pembelian LPG 3 kg melalui MerchantApps ini. Kita bisa tahu dengan pasti data-data pembeli, apakah mereka kuota belinya sudah cukup atau belum,” ungkapnya.

Kegiatan sidak ini diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan dan memastikan pasokan LPG subsidi tersedia sesuai kebutuhan masyarakat di Kota Balikpapan.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang menemukan adanya penyimpangan dalam distribusi LPG subsidi untuk melaporkannya melalui saluran pengaduan resmi. Dengan adanya upaya ini, diharapkan kelancaran distribusi LPG subsidi melon 3 kg dapat terus terjaga, terutama di masa-masa dengan permintaan yang tinggi.

Ketua Hiswana Migas Balikpapan Christofel menambahkan, pihaknya berharap harus ada regulasi ditingat pengecer ini. Jika tidak diawasi, harga terlampau tinggi dibanding pangkalan. Pengawasan pihaknya bersama Pertamina hanya agen dan pangkalan. “Kami berharap dari pemerintah bisa memberikan regulasi atau pengawasan untuk tingkat pengecer. Paling tidak mereka tidak bisa menjual produk subsidi ini dengan harga mahal,” ungkapnya.(aji)

Editor : Thomas Priyandoko
#pemkot balikpapan #pertamina patra niaga #LPG 3 kg