KALTIMPOST.ID, Dalam ekspor pada bulan Juli 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan bahwa total nilai ekspor kota ini mencapai 518,27 juta dolar.
Ini adalah peningkatan yang positif sebesar 44,18 juta dolar atau 9,32 persen, dibandingkan dengan bulan Juni 2024.
Peningkatan ini didorong terutama oleh kenaikan ekspor ke beberapa negara tujuan utama.
Disampaikan oleh Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto, bahwa faktor utama dari lonjakan ekspor ini adalah peningkatan yang sangat signifikan dalam ekspor ke negara-negara tertentu.
"Kami mencatat peningkatan ekspor yang luar biasa ke Singapura, dengan nilai ekspor naik sebesar 53,50 juta dolar atau 1.192,40 persen," kata Marinda.
"Malaysia juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan kenaikan 33,71 juta dolar atau 233,64 persen. Sementara itu, India mengalami peningkatan sebesar 15,90 juta dolar atau 40,47 persen," timpalnya.
Baca Juga: Minim Peminat, Sejumlah Kementerian dan Daerah Masih Sepi Pelamar CPNS 2024 Menjelang Penutupan
Secara kumulatif, selama periode Januari hingga Juli 2024, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor utama dari Balikpapan dengan kontribusi terbesar, mencapai 894,61 juta dolar atau 25,70 persen dari total ekspor.
Filipina mengikuti di posisi kedua, dengan nilai ekspor sebesar 621,80 juta dolar atau 17,86 persen. Sementara India, berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar 357,60 juta dolar atau 10,27 persen.
Walaupun terdapat lonjakan signifikan dalam bulan Juli, Marinda berujar, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, total nilai ekspor pada Juli 2024 mengalami penurunan sebesar 5,61 persen, dari 549,09 juta dolar pada Juli 2023 menjadi 518,27 juta dolar.
Penurunan ini juga tecermin dalam data kumulatif ekspor Balikpapan selama Januari hingga Juli 2024, yang mencapai 3.481,54 juta dolar, turun 10,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.
Baca Juga: Minim Peminat, Sejumlah Kementerian dan Daerah Masih Sepi Pelamar CPNS 2024 Menjelang Penutupan
Penurunan yang tercatat pada ekspor nonmigas menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan total ekspor, sektor nonmigas mengalami sedikit penurunan.
Nilai ekspor nonmigas pada Juli 2024 tercatat sebesar 460,42 juta dolar, turun 2,88 persen dibandingkan bulan Juni 2024 yang tercatat sebesar 474,09 juta dolar.
Namun, nilai ekspor migas pada Juli 2024 mengalami lonjakan yang cukup mencolok. Nilai ekspor migas meningkat 100 persen dari nol menjadi 57,85 juta dolar, sebuah tanda positif bagi sektor migas Balikpapan.
Di sisi lain, impor Balikpapan pada Juli 2024 menunjukkan tren yang berbeda. Nilai impor kota ini tercatat sebesar 290,97 juta dolar, turun sebesar 17,02 persen dibandingkan dengan nilai impor Juni 2024.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan dalam nilai impor migas yang mencapai 193,12 juta dolar pada Juli 2024, dibandingkan dengan nilai impor migas pada Juni 2024 yang tercatat sebesar 254,40 juta dolar.
Lebih lanjut, Marinda mengungkap, nilai impor nonmigas pada Juli 2024 sedikit meningkat menjadi 97,85 juta dolar, dibandingkan dengan nilai impor nonmigas pada Juni 2024, yang tercatat sebesar 96,28 juta dolar.
Kenaikan ini menunjukkan adanya permintaan yang stabil untuk barang-barang nonmigas, meskipun total impor mengalami penurunan.
"Ya terlihat pada Juli 2024, terutama dari negara-negara utama seperti Singapura dan Malaysia ada kenaikan. Namun, kami juga harus memerhatikan penurunan yang terjadi secara keseluruhan jika dibandingkan dengan tahun lalu," ucapnya.
Menurutnya, peningkatan ekspor migas adalah kabar baik. Ini menunjukkan bahwa pasar internasional masih memiliki permintaan yang kuat untuk produk tersebut.
Walaupun, tetap harus menghadapi tantangan dari penurunan ekspor nonmigas dan mengatasi fluktuasi pasar global.
Kinerja ekspor yang positif di bulan Juli 2024 memberikan harapan bahwa tren ini akan terus berlanjut dan membantu menyeimbangkan neraca perdagangan Balikpapan.
Dari itu, diharapkan para pelaku terkait dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar internasional.
Baca Juga: Hasrat Persiba Balikpapan Naik Kasta ke Liga 2 Indonesia
"Meskipun menghadapi beberapa tantangan, Balikpapan masih memiliki potensi besar untuk berkembang lebih lanjut dalam sektor perdagangan internasional. Peningkatan ekspor bulan Juli 2024 adalah langkah positif, yang menunjukkan kekuatan ekonomi kota ini. Semoga Agustus mendatang juga ada kabar positif," tutupnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini