KALTIMPOST.ID, Ada lima lapangan usaha (LU) yang mendominasi struktur perekonomian Kaltim. Yakni pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian dan perdagangan. Pada triwulan II 2024 ini, kinerja sektor konstruksi dan perdagangan tercatat tumbuh positif dan lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.
Sementara itu, pertambangan dan pertanian juga ikut andil sumbang pertumbuhan positif meski melambat dibanding triwulan sebelumnya. “Di tengah sektor industri pengolahan yang terkontraksi. Andil kinerja masing-masing sektor antara lain pertambangan 2,97 persen year on year (yoy), industri pengolahan -0,45 persen yoy, konstruksi 1,35 persen yoy, perdagangan 0,58 persen yoy dan pertanian 0,20 persen yoy,” beber Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Berdasarkan pangsa, Budi menjelaskan, jika ekonomi Kaltim di triwulan II didominasi oleh lapangan usaha pertambangan dengan pangsa 38,69 persen. Di belakangnya, industri pengolahan sebesar 17,98 persen, disusul konstruksi dengan 11,66 persen, pertanian 8,52 persen dan perdagangan 6,93 persen.
“Peningkatan kinerja sektor konstruksi dan sektor perdagangan, serta sektor pertambangan yang masih terjaga positif menjadi penopang utama ekonomi Kaltim triwulan II 2024,” sebut Budi.
Sektor pertambangan tumbuh positif 6,44 persen yoy. Meski melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh 10,47 persen yoy. Penurunan permintaan dari negara mitra dagang utama yaitu Tiongkok dan ASEAN. Serta tingginya curah hujan menjadi pendorong utama perlambatan pertambangan.
Meski begitu, pertumbuhan masih terjaga positif diiringi pangsanya yang besar. Menjadikan pertambangan sebagai sektor dengan andil pertumbuhan tertinggi mencapai 2,97 persen yoy.
Sektor konstruksi tumbuh positif 16,16 persen yoy, lebih tinggi dibanding dengan triwulan sebelumnya 12,26 persen yoy. Seiring dengan pengerjaan target fungsional IKN dalam rangka persiapan penyelenggaraan upacara kemerdekaan. Budi menyebut hal itu juga tercermin dari pertumbuhan realisasi APBN untuk IKN di triwulan II 2024 yang tercatat tumbuh signifikan mencapai 210,81 persen yoy.
“Sektor perdagangan tumbuh sebesar 9,76 persen yoy, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 6,43 persen yoy. Sejalan dengan sektor konstruksi, kuatnya kinerja sektor perdagangan pada periode ini didorong oleh peningkatan permintaan di tengah tingginya aktivitas ekonomi termasuk MICE dalam rangka persiapan rangkaian HUT ke-79 RI,” papar dia.
Sedangkan sektor pertanian alami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya, yakni dari 3,77 persen yoy menjadi 3,09 persen yoy. Penurunan terjadi sejalan dengan penurunan nilai tukar petani (NTP) pangan akibat penurunan harga pangan. “Khususnya komoditas bawang merah dan tomat,” sambungnya.
Di sisi lain, industri pengolahan yang memegang pangsa tertinggi kedua alami kontraksi pada periode ini sebesar -2,31 persen yoy. Mengoreksi pertumbuhan ekonomi Kaltim dengan andil sebesar 0,45 persen yoy. “Penurunan kinerja LU tersebut tidak terlepas dari menurunnya kinerja pengolahan gas seiring dengan penurunan produksi crude palm oil (CPO),” tutup Budi.
Editor : Uways Alqadrie