Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disbun Dorong Hilirisasi Komoditas dan Diversifikasi Produk Perkebunan di Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 26 September 2024 | 11:28 WIB

BUSINESS MATCHING: Sedikitnya 68 peserta kelompok tani dan pelaku usaha komoditas perkebunan lakukan business matching. Untuk memperkuat konektivitas antara semua pihak yang terlibat. (FOTO: IST)
BUSINESS MATCHING: Sedikitnya 68 peserta kelompok tani dan pelaku usaha komoditas perkebunan lakukan business matching. Untuk memperkuat konektivitas antara semua pihak yang terlibat. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Hilirisasi merupakan kunci keberlanjutan produksi perkebunan rakyat. Itulah yang disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal. 

Keberlanjutan produksi hulu on-farm sangat tergantung dari rantai pemasaran produk. Industri hilir sangat penting dalam menjaga produksi dari perkebunan rakyat.

“Hilirisasi berperan penting dalam menjaga stabilitas produksi perkebunan rakyat serta menciptakan peluang diversifikasi produk yang bernilai tambah. Sehingga diadakan Business Matching & Matchmaking Komoditas Hasil Perkebunan 2024. Bukan pertemuan biasa, tapi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha UMKM sektor perkebunan dengan pemerintah di berbagai tingkatan,” bebernya.

Kegiatan itu berlangsung 24-25 September di Balikpapan. Menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha perkebunan dengan pemerintah. Mulai di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga instansi vertikal pemerintah pusat.

Tujuannya adalah membangun jembatan kerjasama yang kuat. Guna mendorong pertumbuhan sektor perkebunan di masa depan. “Jaringan bisnis atau networking sangatlah penting bagi pelaku usaha. Agar dapat berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan di bidang usaha. Tidak hanya bekerja sama dalam hal jual beli produk, sebagai buyer dan seller,” lanjut dia.

Langkah untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha produk pengolahan pekebunan dalma menawarkan inovasi dan produknya. Serta berinteraksi dengan investor, pembeli atau user. Kemudian mendorong iklim kemitraan dalam sistem agribisnis produk perkebunan.

Sasaran utamanya yakni meningkatkan jaringan pemasaran produk pelaku UMKM. Mendukung peningkatan nilai tambah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi kecil.

“Diharapkan setelah mengikuti Business Matching ini, pelaku UMKM perkebunan dapat memperluas pangsa pasar dan mempromosikan produk komoditas perkebunan Kaltim kepada para stakeholder dan dunia usaha,” jelasnya.

Diikuti oleh 68 orang peserta. Yang terbagi antara kelompok tani (poktan) dan pelaku usaha komoditas perkebunan. Salah satu peserta yang hadir yakni Anggara Joko Pratama dengan brand Numina asal Samarinda.

Produknya adalah minuman dari tumbuhan herbal Kalimantan, yang diolah menjadi bentuk serbuk dan teh celup. Seperti teh tiwai dengan tiwai jati dan rosella, gaharu, bawang dayak, hingga bajakah. Lalu serbuk jahe merah, kopi mahakam, teh manggis hingga kunyit asam.

“Alhamdulillah potensi banyak membuka peluang kerjasama baru dengan banyak pihak. Yang akhirnya juga akan mendorong peningkatan kualitas serta penjualan produk kami,” beber pria yang biasa dipanggil Angga itu, Rabu (25/9).

Hal senada juga disampaikan Anesih, Kelompok Wanita Tani Cempaka dari Muara Kaman. Produknya adalah jahe merah. Diolah menjadi minuman serbuk siap saji. “Ajang pengenalan produk. Tadi banyak tamu-tamu ya dari hotel, BUMN, sampai retail yang tertarik dengan produk saya,” ujarnya.

Pintu-pintu kerjasama semakin terbuka lebar. Utamanya adalah memperkenalkan potensi produk komoditas perkebunan di Bumi Etam. Selain itu juga sebagai potensi ekspor. Sebab turut hadir pula pemateri dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

 

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #Disbun Kaltim