Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penetrasi Perbankan Digital Meningkat, Dorong Inklusi Keuangan

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 3 Oktober 2024 | 14:18 WIB

 

Jumlah pengguna layanan perbankan digital mengalami lonjakan sebesar 30% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna layanan perbankan digital mengalami lonjakan sebesar 30% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

KALTIMPOST.ID-Penestrasi perbankan digital di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis digital menjadi salah satu faktor penting yang mendorong inklusi keuangan di Tanah Air.

Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna layanan perbankan digital mengalami lonjakan sebesar 30% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi keuangan.

Kehadiran bank-bank digital, seperti Bank Neo Commerce, Jenius, dan SeaBank, telah menjadi katalis utama dalam pertumbuhan ini. Layanan yang mereka tawarkan, mulai dari pembukaan rekening secara online hingga transaksi tanpa biaya administrasi, telah menarik minat berbagai kalangan, terutama generasi milenial dan Gen Z yang terbiasa dengan ekosistem digital.

Agung Budiman, Head of Public Relations & Communication PT Bank Neo Commerce Tbk mengatakan, Bank Neo Commerce merupakan bank digital yang kembangkan sejak 2021. Pihakanya menawarkan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam pengelolaan keuangannya, dan diperuntukkan untuk berbagai segmen, seperti nasabah perorangan, korporasi, dan juga UMKM dalam bentuk digital.

“Kami sudah hadir diseluruh Indonesia, layanan kami berkonsep digital jadi tidak perlu kantor. Kami juga telah memperkenalkan diri di Kalimantan. Tujuan kami
bank dengan layanan digital, untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan indeks inklusi dan literasi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Hingga kini, penestrasi bank digital ini cukup tinggi. Hingga kini jumlah nasabah lebih dari 27 juta. Pertumbuhan ini bukan hanya hasil dari perkembangan teknologi, tetapi juga dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat. Mereka semakin paham akan pentingnya memanfaatkan layanan perbankan untuk kemudahan dan keamanan finansial.

Selain itu, pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020 juga mempercepat adopsi layanan perbankan digital. Banyak masyarakat yang mulai beralih ke aplikasi mobile banking dan bank digital untuk menghindari kerumunan dan mengurangi interaksi fisik di kantor cabang. Perubahan ini diprediksi akan terus bertahan bahkan setelah pandemi usai.

Dengan potensi besar yang dimiliki, peningkatan penetrasi perbankan digital di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi tulang punggung inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau layanan perbankan konvensional.

“Layanan perbankan konvensional sudah bisa diakses. Untuk pengambilan uang kami juga bekerja sama dengan atm bersama. Limit pengambilan bisa sampai ratusan juta. Hanya saja untuk kredit limit hanya sampai Rp 15 juta. Ketentuan dari OJK hanya batas itu, karena memang dari sisi keamanan digital ini masih banyak yang perlu diperhatikan,” terangnya.

Pihaknya juga menggelar kegiatan temu UMKM di Balikpapan. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih seratus pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini, diadakan secara khusus untuk memberikan edukasi terkait bagaimana mengelola keuangan secara general bagi Generasi Milenial dan Gen-Z, serta pelaku UMKM.

“Literasi keuangan merupakan hal yang sangat penting. Kami percaya bahwa dengan memiliki literasi keuangan yang cukup masyarakat dapat memanfaatkan bank dengan layanan digital untuk bisa mengelola keuangan mereka dengan lebih baik lagi. Bahkan, sangat mungkin juga dengan seiring berjalannya waktu kita dapat mencapai kemerdekaan finansial dengan pengelolaan keuangan yang baik, dengan memanfaatkan bank dengan layanan digital,” ungkapnya.

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#ojk #layanan perbankan #perbankan