KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil menandatangani kontrak kerjasama untuk dua wilayah kerja migas di Sumatera dan Sulawesi. Yakni Wilayah Kerja (WK) Amanah seluas 1.753,15 km² dan WK Melati seluas 8.453,70 km² dengan total investasi masing-masing sebesar 3,15 juta dolar dan 12,7 juta dolar.
Penandatanganan yang dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, bersama Plt Direktur Jenderal Migas Dadan Kusdiana ini diharapkan dapat mendorong eksplorasi yang masif dan menemukan cadangan migas baru. Demi mendukung target produksi 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Direktur Jendral Migas Dadan Kusdiana menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong masuknya investasi di sektor hulu migas. “Kita sama-sama telah menyaksikan penandatanganan kontrak kerjasama Wilayah Merja Amanah dan Melati yang merupakan hasil lelang blok migas tahap pertama di tahun 2024,” ujar Dadan, kemarin (15/10).
Pemerintah, kata Dadan terus menyiapkan blok migas yang baru. Serta lebih dari 60 blok migas disiapkan untuk 5 tahun ke depan dan jelang akhir tahun 2024 akan segera dilakukan penawaran tahap kedua setelah kabinet pemerintahan yang baru terbentuk.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soejipto mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong eksplorasi secara masif untuk mendapatkan cadangan migas. Menurutnya, potensi pengembangan industri migas dan peluang penemuan cadangan pada blok baru masih sangat besar, seiring dengan penambahan minat para investor pada industri hulu migas.
"Untuk mendukung produksi migas yang berkelanjutan serta upaya mencapai target yang telah ditetapkan dalam long term plan (LTP) yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD), maka temuan cadangan baru harus terus didapatkan,” tutur Dwi.
Dari itu, dikatakan Dwi, penandatanganan Wilayah Kerja Amanah dan Wilayah Kerja Melati menunjukkan bahwa prospek cadangan migas di Indonesia itu masih ada, sekaligus menunjukkan keberhasilan pemerintah untuk terus membangun daya saing industri migas di tengah persaingan yang semakin ketat dengan negara lain serta transisi energi yang tengah berlangsung.
"Ini menunjukkan bahwa industri migas siap dan akan terus menjadi pilar utama ketahanan energi,” imbuhnya. Wilayah Kerja Amanah terletak di Sumatera dengan luas wilayah kerja 1.753,15 Km2 dan akan dioperasikan oleh PT Medco Energi Amanah dengan nilai total komitmen pasti sebesar 3,150.000 dolar setara dengan Rp 50.4 miliar dengan melakukan komitmen 3 tahun berupa kegiatan Studi Geologi dan Geofisika, 50 Km2 Seismik 3D.
Untuk Wilayah Kerja Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati akan menjadi operator untuk luas wilayah kerja 8.453,70 Km2. Nilai Total Komitmen Pasti sebesar 12.700.000 dolar setara Rp 203 miliar, berupa pelaksanaan kegiatan Studi Geologi dan Geofisika, 200 Km2 Seismik 3D, 250 Km2 Seismik 2D dalam tiga tahun kedepan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati Muhamad Arifin mengatakan Wilayah Kerja Melati akan menambah optimisme kami dalam mencari cadangan migas.
“Eksplorasi di Indonesia Timur menjadi harapan baru industri migas. Kami siap menjalankan komitmen eksplorasi untuk Wilayah Kerja Melati untuk menemukan cadangan baru,” jelas Arifin.
Sebelum melakukan penandatanganan Production Sharing Contract (PSC), kontraktor telah menyelesaikan kewajiban finansial, yaitu pembayaran bonus tanda tangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Azhari Idris turut menyambut baik. Dirinya berharap kegiatan industri migas di kedua daerah terus dapat terus ditingkatkan. "Semoga dengan investasi dan kerja sama yang baik ini bisa membuahkan hasil yang baik pula, di mana kita ketahui bersama bahwa dengan menjaga ketahanan energi sangat penting demi perkembangan bangsa," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo