KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Investasi menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional maupun Kaltim. Sebab berdampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga, pendapatan negara dan ekspor.
Penata Kerja Penanaman Modal Ahli Madya Kementerian Investasi Muchammad Iqbal menyebut, peningkatan investasi akan berdampak positif terhadap penerimaan pajak. Sebagai contoh, investasi pada sektor manufaktur dapat membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor dan memberikan nilai tambah terhadap barang.
“Investasi sangat berpengaruh kepada pendapatan negara karena 79 persennya berasal dari penerimaan pajak,” ujarnya, Jumat (18/10). Dia memaparkan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2024 sebesar Rp 829,9 triliun. Dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp 408,2 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 421,7 triliun.
Kaltim menjadi salah satu provinsi yang menyumbang investasi tertinggi di Indonesia. Untuk PMDN, Kaltim masuk lima besar dengan kontribusi sebesar Rp 24,4 triliun dan total proyek 7.783. Sedangkan untuk PMA, di peringkat 15 dengan nilai USD 589 juta atau setara dengan Rp 9,03 triliun (Kurs Rp 15.400 per USD), total proyek 842.
Iqbal menjelaskan ada lima sektor utama yang menyerap banyak investasi. Pertama pertambangan dengan investasi Rp 73,17 triliun. Disusul industri kimia dan farmasi dengan Rp 65,96 triliun, lalu tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp 27,96 triliun. Industri makanan Rp 16,44 triliun dan terakhir industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 9,47 triliun.
"Performa investasi Kaltim sejak 2020 sampai semester I 2024 ini mencatatkan lima negara utama pula. Pertama Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Korea Selatan dan Mauritius. Untuk lokasi, pertama yakni Balikpapan dengan Rp 83,83 triliun, Kutai Kartanegara Rp 43,44 triliun, Kutai Timur Rp 40,99 triliun, Berau Rp 14,63 triliun, dan Kutai Barat Rp 17,64 triliun," bebernya.
Sedangkan untuk realisasi Investasi periode 2020-semester I 2024, Iqbal menjelaskan jika total realisasi PMA di Kaltim USD 4,31 juta dengan total 3.819 proyek. Lalu untuk PMDN total Rp 172,40 triliun dengan total 30.202 proyek.
"Kalimantan Timur berkontribusi rata-rata 4,4 persen dari total realisasi investasi nasional. Pada semester I 2024, kontribusinya 4 persen. Tahun lalu 5,1 persen, pada 2022 tercatat 4,8 persen, lalu 2021 4,6 persen dan 2020 3,8 persen," paparnya.
Dia juga menjelaskan tren realisasi investasi 2020-semester I 2024 berdasarkan sektor. Bidang usaha industri pengolahan serta infrastruktur dan jasa yang mendominasi. Disebutkan pula arah kebijakan investasi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2045.
"Mendorong sektor dan aktivitas yang produktif. Yang memiliki multiplier efek paling besar terhadap perekonomian. Investasi yang diprioritaskan untuk mengembangkan industri prioritas, mendukung transformasi digital, modernisasi dan digitalisasi pertanian, ekonomi biru dan bioekonomi, industri kreatif dan pariwisata," jelasnya.
Baca Juga: Table Top Fasilitasi 6 Travel dan 10 Hotel Balikpapan Promosi ke Bali
Serta investasi yang berorientasi pada ekspor. Sehingga dapat mengembangkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif dan meningkatkan partisipasi dalam rantai produksi global. Hingga investasi hijau, percepatan transisi energi, implementasi ekonomi sirkular, pengembangan transportasi hijau dan adaptasi teknologi hijau. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo