KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah tingginya angka antrean haji yang mencapai puluhan tahun dan biaya yang terus meningkat, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hadir menawarkan solusi keuangan bagi masyarakat yang ingin menunaikan haji. Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna memberikan gambaran mengenai situasi saat ini dan upaya bank BSI dalam membantu nasabah merencanakan dana haji.
"Biaya murni haji pada tahun 2024 mencapai Rp 93,41 juta, sedangkan ongkos yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 56,05 juta. Selisih ini ditutup dari pengembangan dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)," bebernya, baru-baru ini.
Data menunjukkan bahwa biaya haji terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, biaya riil untuk haji tercatat sebesar Rp 97,8 juta, sementara ongkos yang ditetapkan adalah Rp 39,9 juta. Pada 2023, angka tersebut turun menjadi Rp 90,1 juta, namun ongkos yang ditetapkan meningkat menjadi Rp 49,8 juta.
"Kenaikan ongkos ibadah haji dalam dua tahun terakhir mencapai sekitar Rp 6 juta atau sekitar 10 persen per tahun. Jika tren ini berlanjut, dalam sepuluh tahun ke depan, biaya haji bisa mencapai Rp 100 juta hingga Rp 120 juta," tambah Anton.
Berdasarkan informasi tersebut, BSI berupaya membangun kesadaran di kalangan nasabah tentang pentingnya persiapan dana untuk ibadah haji. Anton menjelaskan, jika nasabah memerlukan Rp 100 juta untuk pelunasan biaya haji, skema tabungan rutin per bulan dalam jangka waktu tertentu bisa menjadi opsi yang menarik.
Selain itu, BSI menawarkan berbagai produk tabungan haji yang dirancang untuk membantu nasabah menyiapkan dana dengan cara yang mudah dan terencana. "Selama dua tahun, nasabah bisa menabung untuk menutupi selisih biaya dan memastikan dana cukup untuk berangkat ke Tanah Suci. Fokus kami adalah mempersiapkan orang untuk berangkat haji, bukan hanya mempercepat antrean," tegas Anton.
Data terbaru dari Kementerian Agama menunjukkan bahwa jamaah haji dan umrah menjadi salah satu basis kuat nasabah BSI. Dari total 862.843 jamaah umrah Indonesia per Agustus 2024, sekitar 95,2 persen melakukan pendaftaran melalui BSI. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BSI sebagai lembaga keuangan syariah yang mendukung mereka dalam menjalankan ibadah.
Dengan semangat membantu lebih banyak jamaah, BSI menargetkan jumlah tabungan haji dan umrah mencapai 10 juta rekening pada akhir tahun ini. Hingga Agustus 2024, BSI telah mencatatkan 5,3 juta rekening tabungan haji dan umrah, dengan nilai total sekitar Rp 13 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kami menyadari bahwa banyak orang yang berjuang untuk menyiapkan dana haji. Karena itu, BSI berkomitmen untuk memberikan solusi yang mudah dan efektif bagi nasabah kami," tuturnya.
BSI juga melakukan berbagai inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam mempersiapkan dana haji. Salah satunya adalah program edukasi keuangan yang diadakan di berbagai daerah. Melalui program ini, masyarakat diajarkan tentang pentingnya menabung dan merencanakan keuangan untuk ibadah haji.
"Melalui berbagai progran kami memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan dana. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tenang dalam menyambut giliran haji mereka," kata Anton.
Dengan demikian, harapan untuk menunaikan ibadah haji bisa menjadi kenyataan bagi lebih banyak orang di Tanah Air. "Kami pun ingin setiap orang yang memiliki impian untuk menunaikan ibadah haji dapat mewujudkannya dengan persiapan yang baik, sehingga ibadah ini bisa berjalan lancar dan penuh berkah," timpalnya. (ndu)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo