Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Laba Unilever Anjlok: Boikot Produk dan Daya Beli Melemah Jadi Biang Keladi, Ini Strategi Pemulihan yang Disiapkan

Dwi Puspitarini • Kamis, 24 Oktober 2024 | 07:34 WIB

 

Ilustrasi. Unilever hadapi tantangan berat. Laba anjlok dan penjualan menurun.
Ilustrasi. Unilever hadapi tantangan berat. Laba anjlok dan penjualan menurun.

 

KALTIMPOST.ID, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penurunan laba bersih sebesar 28,15 persen hingga kuartal III 2024.

Laba perusahaan turun dari Rp 4,18 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 3 triliun.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyebutkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk menurunnya daya beli dan dampak dari boikot produk sejak November 2023.

"Penurunan daya beli memengaruhi preferensi konsumen terhadap merek tertentu, dan efek boikot produk masih terasa hingga sekarang," ujar Benjie dalam paparan publik virtual, Rabu (23/10).

Selain itu, penjualan bersih Unilever juga turun sebesar 10,1 persen secara tahunan menjadi Rp 27,4 triliun.

 Baca Juga: Piala Soeratin U-15 Regional Kukar: Baja Tantang Petro di Partai Final

Penurunan signifikan juga terjadi pada pendapatan domestik, yang turun 9,9 persen year on year. Faktor utama di balik penurunan ini adalah Underlying Price Growth (UPG) negatif -4,1 persen dan Underlying Volume Growth (UVG) negatif -5,8 persen.

"Penurunan volume ini disebabkan ketidakstabilan harga serta menurunnya stok pelanggan," tambah Benjie.

Meski dihadapkan pada situasi sulit, Benjie menegaskan bahwa Unilever tidak akan menggunakan strategi perang harga untuk memenangkan pasar.

"Perang harga bukan cara kami. Kami fokus memberikan pengalaman produk berkualitas dengan harga yang terjangkau melalui promosi yang tepat," jelasnya.

 Baca Juga: OTT Kejagung: Gak Cuma Hakim PN Surabaya yang Terseret Kasus, Pengacara Terkait Kasus Vonis Bebas Ronald Tannur Pun Kena Juga

Di tengah tantangan ini, Unilever Indonesia akan terus berfokus pada inovasi dan efisiensi biaya untuk meningkatkan daya saing.

Benjie menekankan pentingnya menciptakan pengalaman brand superior untuk memenuhi kebutuhan konsumen, terutama di sektor rumah tangga dan perawatan tubuh.

Perusahaan juga berencana untuk melakukan penyesuaian produk dan operasional. “Kami yakin dengan langkah ini, meskipun butuh waktu, kami bisa memulihkan dan menumbuhkan kinerja,” ungkap Benjie.

Ada empat strategi utama yang akan diterapkan Unilever untuk meningkatkan performa pasar.

Salah satunya adalah memperkuat portofolio merek dan meningkatkan belanja iklan guna mendorong penjualan.

Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada manajemen stok yang lebih efektif.

Benjie juga menambahkan bahwa Unilever akan meningkatkan otomatisasi di pabrik untuk mengendalikan biaya.

Transformasi ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas perusahaan dalam jangka panjang. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#efisiensi #boikot produk #daya beli #inovasi #Benjie Yap #alasan penurunan laba Unilever #2024 #Laba Unilever Anjlok #biang keladi #laba bersih #UNVR #penurunan #kuartal III #unilever #brand superior