KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membukukan perkembangan signifikan dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Hingga September 2024, kegiatan pemboran sumur pengembangan telah mencapai 634 sumur, meningkat dibandingkan dengan 583 sumur pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kegiatan workover juga mengalami peningkatan, dengan total 765 sumur diselesaikan, naik dari 635 sumur pada 2023. "Melihat tren ini, kami terus memfokuskan upaya untuk meningkatkan produksi migas melalui pemboran, workover dan well service. Ini penting untuk mencapai target produksi dan lifting yang telah ditetapkan," jelas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Minggu (27/10).
Dwi menambahkan, kegiatan well service juga menunjukkan kinerja positif, dengan 27.868 kegiatan diselesaikan hingga September 2024, naik dari 25.406 kegiatan pada tahun sebelumnya. SKK Migas menargetkan peningkatan agresif dalam semua lini, dengan target pemboran sumur pengembangan meningkat 17 persen, workover 43 persen, dan well service 40 persen.
"Program dan dana yang telah disetujui dalam WP&B 2024 juga harus dioptimalkan. Setiap kegiatan yang dilakukan harus bisa selesai lebih cepat dari waktu normal," tegas Dwi. Ia juga mencatat tantangan yang dihadapi industri hulu migas, seperti perizinan dan infrastruktur. "Hambatan-hambatan ini harus segera diatasi agar aliran produksi tidak terhambat," imbuhnya.
Dalam upaya mencapai target, Dwi meminta agar para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lebih fokus mencari terobosan. Diketahui bersama, bahwa tahun 2024 tinggal 2 bulan dan sekian hari, ia meminta agar disisa tahun ini kecepatan penyelesaian kegiatan ditingkatkan, agar semua sumber daya yang ada dapat dioptimalkan, sehingga diperoleh tambahan produksi minyak dan gas untuk dapat mendekatkan dengan target lifting yang telah ditetapkan.
"Kita semua menyadari bahwa situasinya sudah tidak normal. Oleh karena itu, saya minta agar setiap upaya dilakukan dengan best effort dan out of the box," tutupnya.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menambahkan, pihaknya terus mendorong eksplorasi yang masif dalam percepatan produksi atas setiap penemuan migas.
”Contingent resource menjadi salah satu kinerja utama hulu migas. Untuk tahun 2024 ditetapkan sebesar 305 mmboe. Hingga September 2024, contingent resource yang berhasil diperoleh mencapai 1.199 mmboe atau sudah mencapai 393,1 persen dari target,” ujarnya, Jumat (25/10).
Sedangkan RRR sudah tercapai 140 persen dari target. Dengan rencana investasi pada plan of development (POD) yang sudah disetujui hingga September 2024 mencapai USD 31,15 miliar atau sekitar Rp 489 triliun (kurs Rp 15.700 per USD).
Benny menyebutkan, kegiatan investasi eksplorasi di hulu migas sangat masif dan agresif. Dalam tiga tahun terakhir juga tercatat terus meningkat. Data SKK Migas mencatat, investasi eksplorasi pada 2021 mencapai USD 0,6 miliar. Lalu, pada 2022 naik menjadi USD 0,7 miliar dan 2023 meningkat lagi menjadi USD 0,9 miliar.
”Target investasi eksplorasi pada 2024 meningkat 100 persen menjadi USD 1,8 miliar atau setara dengan USD 28,3 triliun. Bahkan, jika ditarik dari data sejak 2021, investasi eksplorasi meningkat sebesar 300 persen,” jelas Benny.
Dampak dari kegiatan investasi eksplorasi yang masif tersebut, lanjut Benny, Indonesia panen penemuan migas baru. Kemudian, ada dua yang menjadi giant discovery, yaitu penemuan di Geng North Kalimantan Timur dan Layaran-1 Aceh.
”Kita saat ini mendapatkan penambahan cadangan migas yang signifikan dan ini adalah kabar baik dari sektor hulu migas yang dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam upaya pemerintah mewujudkan ketahanan energi,” ungkapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo