KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor pariwisata Kaltim menunjukkan tren positif pascapandemi Covid-19. Berbagai destinasi wisata alam, budaya dan buatan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Tren ini harus dijaga karena pariwisata mempunyai multiplier effect yang dapat menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
SAMARINDA - Membaiknya perekonomian dan kembalinya mobilitas masyarakat usai pandemi berdampak pada kondisi pariwisata. Hotel dan akomodasi lainnya yang sempat terhenti, mulai pulih dan bangkit kembali. Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, terjadi peningkatan jumlah hotel bintang pada 2023. Dari 72 unit menjadi 73 unit.
"Namun hotel non bintang terjadi penurunan, dari 580 unit pada 2022 menjadi 556 unit pada 2023. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Kaltim selama 2023 yakni 60,51 yang berarti rata-rata jumlah kamar terpakai setiap malam sebesar 60,51 persen dari jumlah kamar tersedia," lanjutnya merujuk data Publikasi Statistik Daerah Kaltim 2024.
Angka itu lebih rendah 1,49 poin dibandingkan kondisi 2022 yang tercatat 62,00 persen. Dilihat dari kelasnya, Yusniar menyebut TPK menurun pada hampir seluruh kelas hotel bintang. Kecuali pada kelas hotel bintang 1 yang naik menjadi 44,63 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 37,73 persen. Berbeda halnya dengan hotel bintang, TPK justru meningkat dari 22,07 pada 2022 menjadi 23,70 pada 2023.
Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pemulihan yang cukup cepat dari dampak pandemi.
Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ini tentunya menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata. Membuktikan bahwa daya tarik wisata Kalimantan Timur semakin dikenal di kancah internasional. Wisata alam dan budaya jadi andalan.
"Beberapa destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur yang berhasil menarik minat wisatawan antara lain Pulau Maratua, Kepulauan Derawan dan Danau Labuhan Cermin di Kabupaten Berau," kata Yusniar. Keindahan alam bawah laut dan pesona pantai pasir putih menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Selain wisata alam, Kalimantan Timur juga kaya akan wisata budaya. Kabupaten Kutai Kartanegara, misalnya, menawarkan pengalaman wisata budaya yang unik melalui Museum Mulawarman dan Pesta Adat Erau.
Baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) alami peningkatan. Jumlah kunjungan wisman sepanjang 2023 sebanyak 4.491, meningkat tajam dibanding 2022 yang hanya 343 kunjungan. "Kondisi ini mencerminkan adanya pemulihan pasca pandemi, di mana rentang 2020-2022 jumlah wisatawan menurun anjlok," kata dia.
Sementara jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Kaltim pada 2023 mencapai 7,09 juta. Dengan kunjungan tertinggi pada Desember, hingga 1.17 juta kunjungan.
Ke depan, pemerintah daerah bersama pelaku pariwisata di Kalimantan Timur perlu terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata, infrastruktur, serta promosi. Selain itu, pengembangan produk-produk wisata baru yang berbasis pada potensi lokal juga perlu dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo