KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ekonomi Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks. Mulai dari ketergantungan pada sektor kesehatan yang rendah, rendahnya adopsi teknologi industri 4.0, hingga terbatasnya akses keuangan bagi UMKM.
Selain itu, ekosistem bisnis Indonesia juga masih memiliki sejumlah kendala, seperti biaya ekspor yang tinggi dan infrastruktur logistik yang belum optimal.
Menanggapi tantangan tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajukan empat pilar aspirasi utama. Pertama, menjadikan kesehatan sebagai tulang punggung ekonomi dengan memperkuat rantai pasok obat-obatan dan peralatan medis.
Baca Juga: Nasabah BSI Capai 20 Juta, Transformasi Digital Jadi Kunci
Kedua, menjadi penghubung antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan PDB melalui pembangunan infrastruktur, digitalisasi, dan energi berkelanjutan. Ketiga, menjadi katalisator pertumbuhan UMKM melalui inovasi hub dan peningkatan akses keuangan. Terakhir, memperkuat peran Kadin sebagai mitra utama pemerintah.
“Sementara itu, di Kalimantan Timur, tantangan ekonomi juga semakin kompleks. Kalimantan Timur butuh investasi lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan peningkatan investasi, namun harus didukung oleh kebijakan fiskal yang bijak. Selain itu, manajemen risiko yang efektif juga menjadi kunci dalam menghadapi potensi krisis ekonomi,” beber Ketua Perencanaan Investasi Kadin Indonesia Reza Valdo Maspaitella.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kalimantan Timur perlu melakukan transformasi ekonomi dengan menciptakan sektor ekonomi baru, mengakselerasi investasi di industri strategis, memperbaiki iklim investasi dan mempercepat transisi energi.
“Inflasi masih jadi ancaman. Inflasi menjadi tantangan yang terus menghantui ekonomi Indonesia. Kenaikan harga komoditas pangan, dorongan industrialisasi berbasis pengolahan komoditas pertanian, serta peningkatan nilai tambah usaha kreatif dan digital menjadi beberapa faktor yang mendorong inflasi,” bebernya saat Temu Respon Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim di Samarinda baru-baru ini.
Baca Juga: Turis Asing Mulai Nyaman Berwisata ke Kaltim, Kunjungan Meningkat Tajam, dari 343 Menjadi 4.491
Untuk mengatasi tantangan inflasi, diperlukan sinergi kebijakan yang dapat meningkatkan inklusivitas ekonomi dan keuangan masyarakat. Selain itu, kebijakan investasi hilirisasi dan kolaborasi UMKM dengan usaha besar juga perlu terus didorong.
Reza menyebut jika Kadin Indonesia siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan masukan yang konstruktif dalam merumuskan kebijakan pembangunan. “Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Termasuk mempercepat investasi di Kaltim,” tuturnya.
Baca Juga: Desain Rumah Sesuai Gaya Hidup: Tren Interior 2025 yang Perlu Kamu Tahu
Adapun target investasi yang dicanangkan Pemprov Kaltim tahun ini sebesar Rp 76,02 triliun. Sementara realisasinya hingga triwulan III sudah mencapai Rp 55,82 triliun atau sekitar 73,42 persen. Realisasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 38,65 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 17,16 triliun. (ndu)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo