Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Upfaste, Ubah Limbah Pakaian Jadi Produk Bernilai Ekonomi; Bukan Hanya Soal Fungsi, Tapi Keindahan dan Cerita di Baliknya

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 1 November 2024 | 06:30 WIB
BERNILAI: Upfaste, ubah pakaian bekas jadi produk ekonomis demi mengurangi limbah fashion.
BERNILAI: Upfaste, ubah pakaian bekas jadi produk ekonomis demi mengurangi limbah fashion.

Di era fast fashion merajai industri tekstil, tantangan besar muncul dalam bentuk limbah yang menggunung. Menyadari dampak negatif tren ini, Btari Prameswari, Rizky Maulina Malarani Pelealu, dan Naura Alya Priskila menginisiasi usaha yang diberi nama Upfaste.

Upfaste berkomitmen memberikan kehidupan baru pada pakaian bekas melalui proses upcycling. Tidak hanya menciptakan produk kreatif, tetapi juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang tekstil.

“Kami ingin memberikan nilai ekonomis baru pada pakaian yang sudah tidak terpakai. Dengan mengolahnya menjadi barang-barang yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan, kami berharap dapat mengurangi dampak limbah tekstil di Indonesia, termasuk di Balikpapan dan sekitarnya," ujar CEO Upfaste Btari Prameswari, Kamis (31/10).

Proses upcycling yang dilakukan oleh Upfaste dimulai dengan pengumpulan pakaian bekas melalui kerja sama dengan komunitas setempat. Mereka fokus pada pengumpulan pakaian yang tidak terpakai dari masyarakat, mengubahnya menjadi produk dengan desain unik. Dari pengumpulan bahan, desain, hingga produksi, semua dilakukan dengan penuh perhatian dan kreativitas.

Btari mengatakan, setiap produk yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang berbeda. Ini bukan hanya soal fungsi, tetapi juga keindahan dan cerita di baliknya. “Kami ingin memastikan bahwa setiap produk yang kami jual bersifat terbatas dan eksklusif. Ini juga menjadi daya tarik bagi konsumen,” tambahnya.

Produk yang dihasilkan meliputi berbagai barang kreatif, seperti tas, dompet, pouch, dan pakaian. Masing-masing item diciptakan dengan desain yang berbeda-beda, mencerminkan karakteristik unik dari bahan yang digunakan. Lebih lanjut, salah satu keunggulan Upfaste adalah keterjangkauan produknya. Harga produk ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan, dengan rentang harga mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 175 ribu.

“Kami ingin semua kalangan bisa mengakses produk ramah lingkungan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” kata Naura Alya Priskila, CMO Upfaste.

Produk-produk Upfaste dijual melalui platform online, termasuk website resmi mereka, upfaste.com, serta dipasarkan di berbagai acara pameran dan bazaar. Hingga saat ini, produk Upfaste telah tersebar ke beberapa daerah, baik Balikpapan dan sekitarnya demi menjangkau konsumen yang semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan.

Upfaste tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Dengan memanfaatkan pakaian bekas, mereka berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil yang menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar saat ini.

“Setiap produk yang kami jual berarti mengurangi jumlah pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah,” timpal Rizky Maulina Malarani Pelealu sebagai COO. Ketiga perempuan ini adalah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan dengan program studi bisnis digital di Universitas Institut Teknologi Kalimantan. (dwi)

 

 

Editor : Duito Susanto
#pakaian #ekonomi #limbah #balikpapan