KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Penumpang yang akan terbang melalui Bandara APT Pranoto Samarinda tak perlu lagi mengantre untuk melakukan check-in di counter maskapai penerbangan.
Pasalnya pengelola bandara, telah menyediakan mesin self check-in yang dapat digunakan penumpang untuk mencetak boarding pass. Atau tiket yang digunakan untuk menaiki pesawat.
Uji coba operasional mesin self check-in tersebut telah dilaksanakan di Terminal Keberangkatan Bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis (31/10).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda Maeka Rindra Hariyanto mengungkapkan pada tahun ini, pihaknya baru mengadakan 1 unit mesin self check-in terlebih dahulu.
“Insya Allah bulan Januari 2025, akan running 2 unit lagi. Sehingga ada 3 unit mesin self check-in di Bandara APT Pranoto Samarinda,” katanya kepada Kaltim Post, Jumat (1/11).
Baca Juga: Kunjungan di Kaltim Makin Bergeliat, Bandara SAMS Catat Pergerakan Penumpang Tembus 4 Juta
Mantan kepala UPBU Kelas III Sanggu Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengungkapkan penyediaan mesin self check-in ni dalam upaya dan komitmen pihaknya untuk terus meningkatan pelayanan bagi pengguna jasa di Bandara APT Pranoto Samarinda.
Sehingga para penumpang bisa melakuikan self check-in sendiri, tanpa harus mengantri di counter check in maskapai yang ada di Bandara APT Pranoto Samarinda.
“Hal ini sangat membantu, karena batasan luasan area check-in kami. Sehingga antrian tidak sampai mengular,” jelas dia.
Selain itu, Maeka Rindra Hariyanto menjelaskan bahwa saat ini, ada sebanyak 16 unit counter check-in maskapai penerbangan yang ada di Bandara APT Pranoto Samarinda.
Nantinya di awal tahun 2025, akan disediakan sebanyak 3 unit mesin self check-in secara bertahap. Di mana, Bandara APT Pranoto Samarinda disiapkan menjadi bandara digital pada tahun depan.
“Kami sedang merancang airport digital secara bertahap. Semua untuk kemudahan bagi pengguna jasa,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini rute tujuan dari Bandara APT Pranoto Samarinda, kebanyakan masih di Pulau Jawa. Yakni menuju Jakarta dan Surabaya.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan maskapai penerbangan nasional lainnya, untuk masuk dan beroperasi di bandara yang dibuka sejak tahun 2018 ini. Apalagi Bandara APT Pranoto menjadi salah satu bandara penopang selama proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Maratua (Berau) menjadi concern kami, untuk memperbesar armadanya. Butuh dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim, untuk menjadikan Maratua sebagai salah satu destinasi wisata. Ini membutuhkan sosialisasi. Harapan kami, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim sebagai leader. Dan akan kami support bersama,” jelas Maeka Rindra Hariyanto.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko