KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berkomitmen untuk mendukung berkembangnya ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Sebagai bank syariah terdepan, BSI berusaha untuk menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberi manfaat spiritual dan sosial bagi para nasabah.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan Ricky Rikardo Mulyadi menuturkan, salah satu tujuan besar yang ingin dicapai oleh BSI adalah terciptanya keseimbangan antara layanan finansial, spiritual, dan sosial. Dari itu, BSI berusaha mewujudkan ekosistem keuangan syariah yang dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi para nasabahnya.
"Para nasabah akan menikmati keseimbangan layanan secara finansial, spiritual, dan sosial. Ini adalah tiga sahabat BSI yang tidak dimiliki oleh bank-bank konvensional lainnya. Dalam konteks ini, kami juga menyediakan berbagai produk dan layanan yang dapat membantu mewujudkan gaya hidup halal untuk haji dan umrah," ujar Ricky.
Masa tunggu haji yang semakin panjang menjadi salah satu tantangan bagi umat Islam yang ingin pergi ke Tanah Suci. Ricky mengatakan, bahwa BSI memiliki solusi melalui berbagai instrumen tabungan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan nasabah. Hal ini menjadi penting, mengingat semakin meningkatnya biaya untuk ibadah haji dan umrah.
“Dengan semakin panjangnya masa tunggu haji dan kenaikan biaya haji yang bisa mencapai 15 persen, kami menyarankan nasabah untuk mempersiapkan dana haji sejak dini. BSI siap menawarkan berbagai pilihan produk, dari tabungan haji hingga investasi syariah, yang bisa membantu nasabah mewujudkan niat mereka,” kata Ricky.
Selain itu, Ricky juga menyoroti pentingnya menabung secara terencana dan bijak untuk ibadah haji atau umrah. Ia menyarankan, langkah pertama dalam menabung haji dan umrah adalah menetapkan tujuan yang jelas, yaitu berapa banyak yang perlu ditabung dan dalam jangka waktu berapa lama. Setelah itu, nasabah bisa memilih produk yang sesuai dengan kemampuan mereka.
"Nantinya kami siap membantu perencanaan keuangan untuk haji dan umrah agar dapat tercapai lebih cepat,” jelasnya.
Hingga Agustus 2024, BSI berhasil mengumpulkan tabungan haji dan umrah senilai Rp 13 triliun, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak BSI optimistis, hingga akhir tahun 2024, jumlah rekening tabungan haji dan umrah di BSI akan tembus lebih dari 1 juta rekening.
Selain memberikan layanan terkait haji dan umrah, BSI juga semakin gencar memperkenalkan produk zakat, wakaf, dan infaq melalui BSI Maslahat. Program ini bertujuan untuk membantu nasabah dalam menyalurkan dana zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf (ZISWAF) yang diharapkan dapat memberikan manfaat sosial lebih luas.
Ricky mengungkapkan bahwa BSI Maslahat sangat penting untuk mendukung kesejahteraan sosial, ekonomi, dan pendidikan umat. "Melalui BSI Maslahat, kami menyalurkan dana ZISWAF nasabah ke berbagai bidang program, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dakwah, advokasi, sosial kemanusiaan, kesehatan, dan masjid. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memperkuat sektor sosial di Indonesia,” bebernya.
Sebagai tambahan, pada awal November 2024, BSI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Green Zakat Framework, sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam praktik zakat. Kerangka ini dirancang untuk menunjukkan bahwa zakat tidak hanya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo