Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pengusaha Malaysia Ingin Investasi di Kaltim dan IKN, Konektivitas Jadi Pekerjaan Rumah

Ulil Mu'Awanah • Senin, 18 November 2024 | 07:05 WIB
UNTUK RAKYAT: Badan Otorita IKN memastikan kunjungan ke kawasan pembangunan IKN tidak dikomersilkan. (FOTO: IST)
UNTUK RAKYAT: Badan Otorita IKN memastikan kunjungan ke kawasan pembangunan IKN tidak dikomersilkan. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Potensi besar dari pemindahan ibu kota menarik perhatian pengusaha Malaysia, khususnya dari Sarawak. Mereka terus berusaha mencari jalan untuk menjalin hubungan dagang dengan Indonesia, terutama Kalimantan Timur (Kaltim).

Dengan semakin menguatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, diharapkan akan tercipta peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kolaborasi yang melibatkan sektor infrastruktur, energi, logistik, UMKM, kesehatan, dan pendidikan akan mempererat hubungan ekonomi dan budaya antar negara, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih besar.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menciptakan peluang baru yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kolaborasi yang melibatkan berbagai sektor strategis akan mempererat hubungan antar negara dan membuka peluang investasi yang lebih besar,” ungkap Raden Sigit Witjaksono selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, akhir pekan lalu.

Salah satu sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah energi dan infrastruktur. Kaltim yang dikenal sebagai kawasan kaya sumber daya alam, terutama energi, sangat menarik bagi pengusaha Malaysia. Kota Miri di Sarawak, misalnya, juga berkembang pesat dalam industri minyak dan gas, dan potensi kerja sama antara kedua kota ini sangat besar.

“Balikpapan dikenal sebagai kota minyak dan kota industri, sementara Miri di Malaysia juga mengembangkan industri oil and gas. Ini adalah sektor yang bisa dikerjasamakan lebih intensif, apalagi seiring dengan berkembangnya IKN yang membutuhkan banyak infrastruktur energi,” jelasnya.

Selain sektor energi dan infrastruktur, sektor pariwisata dan UMKM juga menjadi perhatian penting. Sigit menambahkan, sektor pariwisata yang berkembang pesat di Kaltim dapat menjadi salah satu fokus kerja sama antara Indonesia dan Malaysia yang memiliki banyak destinasi wisata menarik di kedua negara.

“UMKM lokal juga merupakan faktor penting dalam pembangunan daerah. Kami sangat mendorong agar sektor UMKM dapat mendapatkan perhatian lebih agar berkontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya lagi, kesehatan dan pendidikan menjadi sektor lain yang banyak diminati oleh pengusaha Malaysia. Menurut Sigit, beberapa perusahaan dari Sarawak sudah mulai menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang rumah sakit, klinik, serta program pendidikan.

“Di sektor pendidikan dan kesehatan, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Malaysia sudah memiliki beberapa institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan yang dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan di Kaltim,” terangnya.

Meskipun potensi kerja sama sangat besar, Sigit juga menyoroti pentingnya konektivitas yang lebih baik antara kedua negara untuk memaksimalkan potensi ini. Saat ini, meskipun nilai perdagangan Indonesia-Malaysia, khususnya dengan Sarawak, mencapai 600 juta dolar per tahun, namun sebagian besar perdagangan masih terbatas pada jalur utama dan hanya 1 persen dari total perdagangan yang melalui perbatasan.

“Konektivitas sangat penting, tidak hanya dengan Malaysia, tetapi juga dengan negara tetangga lainnya seperti Brunei Darussalam. Jika konektivitas ini dapat diperbaiki, maka peluang untuk bekerja sama akan semakin besar,” ujar Sigit.

Dalam rangka mendukung perkembangan ini, Sigit berharap adanya kerjasama yang lebih intens antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, serta sektor swasta di kedua negara. “Kami melihat banyak sekali potensi kerja sama yang belum dimaksimalkan dan kami berharap pemerintah dan pengusaha kedua negara dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan lebih baik apalagi dengan kota-kota penyangga IKN nanti,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengusaha malaysia #Penyangga IKN #Pengusaha malaysia ingin Investasi di IKN #konektivitas #investasi IKN