BALIKPAPAN - Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menggabungkan inovasi teknologi, dengan sistem manajemen yang terintegrasi. Proyek pengembangan bisnis ini telah dilakukan oleh perusahaan dengan melibatkan berbagai aspek penting, termasuk pengelolaan limbah yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami memiliki banyak proyek pengembangan bisnis, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Fokus utama kami adalah inovasi, keberlanjutan, serta optimalisasi operasional,” kata Direktur Operasional SBMA Julianto Setyoadji.
Julianto menambahkan, SBMA saat ini sedang mengembangkan sistem manajemen tabung gas yang terintegrasi di berbagai hub distribusi. “Kami juga mengembangkan distributed control system (DCS) untuk pabrik kami, serta sistem manajemen transportasi dan sumber daya manusia. Dengan adanya investasi ini, kami bisa memastikan pelacakan real-time dan otomatisasi operasional yang lebih efisien,” jelasnya.
Ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih cepat dan akurat kepada pelanggan. Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi hal yang sangat ditekankan oleh SBMA.
Dalam upaya untuk menjaga lingkungan, perusahaan juga telah menerapkan sistem pengelolaan limbah yang tidak hanya meminimalkan dampak terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung tanggung jawab sosial perusahaan.
“Realisasi pengelolaan limbah yang kami terapkan mencerminkan tanggung jawab lingkungan dan juga kontribusi kami dalam mengurangi dampak industri terhadap alam,” tutur Julianto.
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh SBMA adalah memperluas area stasiun pengisian gas (filling station) di Balikpapan, serta mendirikan stasiun pengisian tambahan di Bontang dan pemasangan mesin KZ0-50 di hub-Tarakan. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi gas ke berbagai wilayah di Indonesia.
Ia berharap dengan adanya pengembangan ini, perusahaan dapat lebih efisien dalam mendistribusikan gas ke pelanggan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan gas industri yang lebih stabil. "Bahkan kita juga memasok dan mendukung daerah-daerah remote area yang sulit diakses," timpalnya.
Selain pengembangan stasiun pengisian, SBMA juga berencana untuk terus melakukan inovasi produk. Pada tahun 2025, perusahaan ini akan meluncurkan beberapa proyek besar, termasuk perluasan layanan dan pengembangan produk gas baru.
"Kami berencana untuk memperluas jaringan kami dengan mendirikan stasiun pengisian tambahan. Selain itu, kami juga akan memperkenalkan produk gas baru yang didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan pasar," terang Julianto.
Yang menunjukkan bahwa SBMA berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin berkembang. SBMA juga sedang dalam proses untuk memperoleh akreditasi ISO 17025 untuk laboratorium pengujian gasnya, yang menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap standar tertinggi dalam pengujian presisi dan keandalan.
Perusahaan ini juga telah mendapatkan kepercayaan dari beberapa perusahaan besar di sektor minyak dan gas untuk melakukan perbaikan dan produksi gas industri mereka. Dengan layanan yang mencakup produksi, distribusi, hingga after sales service, SBMA berupaya untuk menjadi one stop service bagi kebutuhan gas industri.
Demi memastikan bahwa pelanggan tidak hanya mendapatkan produk gas berkualitas, tetapi juga layanan purnajual yang memadai, namun hingga kebutuhan perbaikan.
“Kami bangga mengumumkan bahwa laboratorium pengujian gas kami telah beroperasi, dan kami sedang berupaya untuk mendapatkan akreditasi ISO 17025. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan kualitas dan ketepatan produk gas yang kami hasilkan,” bebernya. (rdh)
Ulil Mu'awanah
Editor : Muhammad Ridhuan