Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jembatani UMKM di Kaltim dengan Hotel hingga Ritel

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 27 November 2024 | 10:05 WIB
BUKA PELUANG: Business matching antara pelaku UMKM dengan hotel dan retail modern diyakini bakal membuka peluang pasar lebih luas. Juga potensi pengenalan dan distribusi produk lokal.
BUKA PELUANG: Business matching antara pelaku UMKM dengan hotel dan retail modern diyakini bakal membuka peluang pasar lebih luas. Juga potensi pengenalan dan distribusi produk lokal.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor pariwisata dan perhotelan di Kaltim menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor-sektor lain, termasuk industri kecil dan menengah yang merupakan penggerak utama ekonomi lokal.

“Kita berada pada momentum strategis dengan adanya pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek IKN tidak hanya menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan ini, tetapi juga berpotensi membuka berbagai peluang usaha baru bagi pengusaha lokal,” ungkap Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim Warsito, Selasa (26/11).

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan penggunaan produk lokal dalam sektor pariwisata, perhotelan dan retail modern. Dengan mendukung dan mempromosikan produk-produk lokal dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, mengurangi ketergantungan pada produk impor dan memperkuat ekonomi daerah.

Warsito menegaskan jika sektor perhotelan dan retail modern harus menjadi ujung tombak dalam memasarkan dan menggunakan produk lokal. Mulai dari bahan makanan dan minuman khas daerah, kerajinan tangan, hingga produk olahan kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.

“Dengan memperkenalkan dan memperluas penggunaan produk lokal di hotel, restoran dan pusat perbelanjaan, kita akan menciptakan permintaan yang lebih besar dan memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berkembang,” jelasnya.

Dia menyampaikan pentingnya menciptakan "jembatan" yang menghubungkan produk lokal dengan sektor-sektor besar seperti perhotelan dan retail modern. Sehingga tercipta ekosistem yang saling mendukung, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan memperkokoh daya saing UKM Kaltim.

Pembangunan IKN juga harus dimanfaatkan untuk menjadikan Kaltim sebagai pusat inovasi, di mana produk lokal tidak hanya digunakan di dalam negeri tetapi juga dikenal di tingkat internasional. Kolaborasi yang harmonis antara UKM dan sektor perhotelan serta retail modern diharapkan menghasilkan manfaat signifikan.

Dengan menjalin kemitraan yang kuat, UKM dapat memasok produk lokal ke hotel-hotel dan retail modern, sementara sektor perhotelan dan retail modern dapat mendukung pemasaran dan distribusi produk tersebut.

Diungkapkan Warsito jika kerjasama yang baik akan membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Serta memperluas jaringan bisnis antara UKM lokal dengan hotel dan retail modern guna mendorong penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat perekonomian provinsi Kalimantan Timur.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menjamin kemandirian dan stabilitas perekonomian nasional, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri terutama di Kalimantan Timur dan mendukung program Bangga Buatan Indonesia,” terangnya.

Agenda juga dilanjutkan dengan business matching. “Ada sekitar 20-an hotel dan retail. Kemudian ada sekitar 58 UMKM, jadi kami memperkenalkan produk. Alhamdulillah ada yang tertarik. Seperti hotel itu mereka butuh herbal, jadi opsi untuk salah satu minuman breakfast,” ungkap Yulita Suherlin, pemilik usaha Tita Jamu Gendong.

Semakin membuka peluang untuk memasarkan produk lebih luas. Selain ready to drink, dia juga menyediakan jamu instan tinggal seduh. Diakui jika sudah ada hotel yang kerjasama sebelumnya, dari sana, peningkatan omzet yang dia rasakan cukup signifikan.

Begitu juga yang disampaikan Muhammad Alianur pemilik usaha Alidah. Dia menawarkan keminting sebagai produk unggulan. Imbas business matching tersebut, beberapa retail tertarik.

“Beberapa kali ikut business matching dan alhamdulillah semakin meluas usahanya. Untuk retail mereka minta bisa langsung ke toko untuk penawaran, karena masing-masing itu punya syarat, jadi tinggal disesuaikan saja lagi,” beber Alianur.

Kegiatan tersebut juga menurutnya sangat membantu UMKM. Apalagi bagi mereka yang baru merintis. “Kita jadi punya kesempatan lebih. UMKM yang biasanya sibuk dan enggak sempat penawaran, lewat business matching ini jadi punya data base. Jadi tinggal follow up saja,” tutupnya. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ritel #UMKM (DPKUKMP) #hotel #umkm #jembatani ukm