KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Meski mengalami perlambatan, kinerja lapangan usaha pertambangan masih menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan III 2024. Yakni sebesar 5,65 persen year on year (yoy) dengan kontribusi sebesar 2,61 persen terhadap ekonomi Kaltim. Perlambatan disebabkan penurunan produksi batu bara yang hanya tumbuh 6,06 persen (yoy).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya di level 7,78 persen (yoy). Ini akibat menurunnya permintaan dari negara mitra dagang utama. Kinerja LU konstruksi di Kaltim juga tumbuh positif pada triwulan III 2024, dengan pertumbuhan sebesar 13,98 persen (yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 17,28 persen (yoy).
“Kontribusi sektor ini terhadap ekonomi Kaltim mencapai 1,21 persen. Perlambatan ini sejalan dengan moderasi pembangunan IKN pasca peringatan HUT ke-79 RI pada Agustus 2024, serta realisasi APBN untuk IKN yang melambat," terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto, baru-baru ini.
Lalu industri pengolahan yang mengalami kontraksi sebesar 0,15 persen (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 1,99 persen (yoy). Disebabkan oleh penurunan kinerja pengolahan gas dan CPO (crude palm oil). Produksi LNG turun dari indeks 60,90 pada triwulan II 2024 menjadi 59,96 di triwulan III 2024.
Selain itu, volume ekspor CPO menurun sebesar 43,69 persen (yoy) akibat pasokan TBS (tandan buah segar) yang terbatas. "Kinerja industri pengolahan yang terkontraksi sejalan dengan penurunan penyaluran kredit ke sektor tersebut,” bebernya.
Pada triwulan III 2024, penyaluran kredit ke industri pengolahan terkontraksi sebesar 24,48 persen (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya mampu tumbuh positif sebesar 11,72 persen (yoy). “Walaupun pertumbuhan kredit terkontraksi, kualitas kredit LU industri pengolahan tetap terjaga rendah pada level 0,19 persen," kata dia.
Sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh lebih tinggi pada triwulan III 2024 dengan pertumbuhan sebesar 9,32 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 8,89 persen (yoy). Peningkatan ini didorong oleh aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) serta peningkatan jumlah penumpang penerbangan domestik dan tingkat penghunian kamar hotel di Kaltim.
Sedangkan kinerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga sejalan dengan industri pengolahan. Mengalami kontraksi sebesar 1,24 persen (yoy) pada triwulan III 2024, setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh 3,04 persen (yoy). Penurunan ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan TBS akibat faktor cuaca.
"Pertumbuhan kredit pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menunjukkan tren kontraksi sebesar 3,14 persen (yoy) pada triwulan III 2024. Sementara itu, pertumbuhan kredit sektor perikanan tercatat sebesar 6,55 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 8,39 persen (yoy)," tutup Budi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo