KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pertumbuhan industri perhotelan di Samarinda yang pesat pasca pandemi, terutama didorong oleh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tak menyurutkan langkah Senyiur Hotel & Resort untuk mempertahankan posisinya.
Hotel pertamanya yakni Bumi Senyiur di Samarinda yang berdiri sejak 1995, tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak tamu, baik lokal maupun mancanegara. "Memang benar, persaingan hotel di Samarinda semakin ketat. Namun, kami melihat ini sebagai peluang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan," ujar Corporate General Manager Senyiur Hotel & Resort Syiar Islami.
Pasca pandemi menjadi momen kebangkitan industri akomodasi. Setelah aktivitasnya sempat terhenti, banyak kegiatan yang sebelumnya tertunda mulai dimasifkan kembali. Itu yang mendorong geliat industri perhotelan semakin terlihat, didukung IKN yang menjadikan pelaku perhotelan semakin optimis.
“Pasti ada kunjungan bisnis, akan ada berbagai kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Pemerintah pasti butuh akomodasi. Dari sisi wisatawan juga ada, banyak yang pengin lihat IKN. Jadi optimis terus untuk tahun-tahun ke depan,” lanjut Syiar.
Menghadapi persaingan bisnis, Syiar juga menganggapnya bukan sebagai kompetitor. Justru menunjukkan iklim yang bagus dalam industri tersebut. Apalagi, setiap hotel memiliki ciri dan target pasar masing-masing. Semua kembali pada preferensi tamu.
“Justru semakin banyak persaingan, dari kita harus semakin kreatif. Mengasah kreativitas kami sebagai pelaku perhotelan. Semakin putar otak. Walau kami sadar, secara kue memang terbagi istilahnya. Tapi secara keseluruhan, okupansi masih kurang lebih satu hotel dengan lainnya. Jadi rata lah, enggak yang sampai beda jauh (okupansinya),” ungkapnya.
Sebagai hotel lokal, tentu ciri kearifan lokal itu juga yang dijaga. Apalagi di tengah banyaknya hotel bergaya minimalis. Lagi-lagi, menurut Syiar itu soal selera tamu. Dan terbukti, hingga kini, pihaknya berhasil menjaga okupansi dengan stabil.
Selain Bumi Senyiur, Grup Senyiur juga memiliki beberapa properti lainnya, seperti Puri Senyiur yang juga di Samarinda, Gran Senyiur di Balikpapan. Bahkan hingga luar pulau, yakni Royal Senyiur di Prigen Jawa Timur. Lalu Putri Ayu Cottage & Golf, Karang Joang Golf serta Pantai Lamaru.
Dalam persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat, Senyiur Group berhasil mempertahankan posisinya dengan fokus pada kualitas layanan. Hotel ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, hotel lokal dapat bersaing dengan hotel-hotel internasional. "Optimisme terus dijaga untuk tahun depan. Karena memang kebutuhan (akomodasi) juga tinggi," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo