Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Permintaan Ekspor Nonmigas ke Pakistan Melonjak

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 8 Januari 2025 | 09:05 WIB
MINYAK NABATI: Permintaan minyak kelapa sawit di Pakistan melonjak sehingga membuat kinerja ekspor nonmigas dari Balikpapan naik hingga 295 persen atau USD 45,89 juta.
MINYAK NABATI: Permintaan minyak kelapa sawit di Pakistan melonjak sehingga membuat kinerja ekspor nonmigas dari Balikpapan naik hingga 295 persen atau USD 45,89 juta.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Nilai ekspor Balikpapan pada November 2024 mengalami lonjakan. Berada di angka 19,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Mengenai itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengungkapkan, bahwa nilai ekspor pada November 2024 tercatat mencapai 693,43 juta dolar, meningkat dari 579,87 juta dolar pada Oktober 2024.

Marinda menjelaskan, meski sektor migas mengalami sedikit penurunan, nilai ekspor nonmigas tercatat melonjak 24,29 persen, dari 469,44 juta dolar menjadi 583,48 juta dolar. Secara keseluruhan, dibandingkan dengan November 2023, total ekspor Balikpapan mengalami kenaikan 30,20 persen.

"Meski ada penurunan kecil pada ekspor migas, sektor nonmigas menunjukkan angka yang sangat positif. Hal ini sangat berdampak pada peningkatan ekspor kita," sebutnya.

Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh beberapa negara tujuan utama, seperti Tiongkok yang tercatat naik sebesar 64,35 juta dolar (36,09 persen), Pakistan yang meningkat signifikan hingga 45,89 juta dolar (294,96 persen), dan Malaysia yang naik 45,33 juta dolar (88,20 persen).

BPS mencatat pada periode Januari-November 2024, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai 1.705,32 juta dolar atau 29,68 persen dari total ekspor Balikpapan. Diikuti Filipina dengan kontribusi 17,08 persen dan Malaysia yang berkontribusi 10,38 persen.

Sementara itu, nilai impor Balikpapan pada November 2024 tercatat 298,67 juta dolar, mengalami penurunan signifikan sebesar 56,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada impor migas, terutama minyak mentah yang turun sebesar 50,48 persen.

Meskipun impor turun, neraca perdagangan Balikpapan untuk November 2024 tercatat mengalami surplus sebesar 394,76 juta dolar. Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus lebih besar, yakni 495,60 juta dolar, meski sektor migas tercatat mengalami defisit sebesar 100,84 juta dolar.

"Kami optimis bahwa neraca perdagangan Balikpapan akan tetap menunjukkan tren positif, meskipun ada penurunan impor migas," kata Marinda.

Secara kumulatif, selama Januari-November 2024, sektor migas Balikpapan tercatat mengalami defisit sebesar 2.022,16 juta dolar, namun sektor nonmigas mengalami surplus 3.874,09 juta dolar, yang berkontribusi pada surplus total neraca perdagangan Balikpapan sebesar 1.851,93 juta dolar.

"Meskipun ada fluktuasi dalam sektor migas, kinerja ekspor nonmigas yang semakin meningkat memberikan harapan positif bagi perekonomian Balikpapan ke depan," timpalnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekspor nonmigas naik #Permintaan Ekspor #pakistan