KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tingkat kunjungan ke mal di Kaltim pada momen pergantian tahun baru menunjukkan kenaikan signifikan. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menyebutkan, angkanya mencapai 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut dinilai sebagai hasil kombinasi beberapa faktor, termasuk faktor musiman dan kegiatan promosi yang digelar pengelola mal. “Pada periode awal tahun 2025, kita mencatatkan peningkatan kunjungan sebesar 35 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Angka ini cukup signifikan, terutama jika melihat bagaimana situasi ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, kemarin (13/1).
Peningkatan ini terutama terjadi pada beberapa mal besar di Balikpapan, yang menjadi pusat perbelanjaan utama di Kaltim. Misalnya, di e-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), rata-rata jumlah pengunjung pada akhir pekan tercatat antara 61 ribu hingga 80 ribu orang. Sementara itu, Plaza Balikpapan juga mencatatkan angka yang cukup tinggi dengan rata-rata pengunjung antara 33 ribu hingga 46 ribu orang pada akhir pekan.
"Untuk hari biasa, weekdays e-Walk BSB average 35 ribu sampai 42 ribu pengunjung dan Plaza Balikpapan average di angka 19 ribu sampai 22ribu pengunjung," sebutnya. Sayang, meski ada peningkatan jumlah pengunjung, tren perilaku konsumen tidak banyak berubah sejak pandemi.
“Perubahan perilaku konsumen masih stabil. Bahkan setelah pandemi berlalu beberapa tahun ini, pengunjung cenderung lebih memilih tenant yang menawarkan makanan dan minuman dibandingkan fashion. Selain itu, fenomena lain yang muncul adalah tingginya transaksi di tenant aksesori yang menjual barang-barang seperti perhiasan dan aksesori elektronik,” kata Aries.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih banyak menghabiskan waktu dan uang mereka untuk menikmati hiburan atau membeli barang-barang yang memberikan kesenangan langsung, dibandingkan dengan barang-barang kebutuhan lainnya.
Di sisi lain, mal-mal di Kaltim juga memanfaatkan periode liburan dengan mengadakan berbagai event spesial yang hanya diselenggarakan di awal tahun 2025. Event-event ini tidak hanya bertujuan untuk menarik pengunjung, tetapi juga memberikan hiburan tambahan bagi keluarga yang menghabiskan waktu liburan mereka di pusat perbelanjaan.
Lebih lanjut dikatakan, konsumen lebih memilih untuk mengunjungi mal yang tidak hanya menawarkan belanja, tetapi juga menyediakan destinasi hiburan. “Mal di Kaltim memang sering mengadakan promosi dan event khusus pada periode akhir tahun. Untuk tahun 2024 dan awal tahun 2025, mereka memberikan diskon besar-besaran serta mengadakan event yang hanya ada pada bulan Januari ini. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin merayakan tahun baru dan menghabiskan waktu dengan keluarga,” tambah Aries.
Meskipun ada peningkatan jumlah pengunjung, pengelola mal di Kaltim tetap dihadapkan pada beberapa tantangan dalam menjaga stabilitas kunjungan, terutama selama liburan panjang. Menurut Aries, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pengelola mal adalah menciptakan event-event yang menarik agar dapat terus mendatangkan pengunjung.
“Kami di APPBI Kaltim berfokus pada penyelenggaraan event-event khusus yang memang menjadi daya tarik utama bagi konsumen untuk berkunjung ke mal. Salah satu strategi yang terus kami kembangkan adalah memastikan mal tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga destinasi hiburan yang lengkap,” jelas Aries.
Sementara itu, meskipun sempat ada isu terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen, Aries menilai bahwa hal ini tidak terlalu memengaruhi aktivitas belanja konsumen di mal Kaltim. “Kenaikan PPN sempat dibahas, tetapi karena ada perubahan terkait kebijakan tersebut, maka dampaknya terhadap belanja konsumen di mal tidak signifikan. Masyarakat masih tetap berbelanja seperti biasa, apalagi dengan adanya diskon-diskon besar di akhir tahun dan awal tahun,” tutur Aries.
Secara keseluruhan, kondisi pasar di mal-mal Kaltim pada pergantian tahun baru 2025 ini menunjukkan adanya optimisme. Dengan peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dan keberhasilan pengelola mal dalam menyelenggarakan event spesial, sektor ritel dan perbelanjaan di Kaltim diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa bulan mendatang.
"Seiring dengan tren belanja yang semakin berfokus pada pengalaman dan hiburan, para pengelola pusat perbelanjaan di Kaltim juga akan terus berinovasi. Hal in untuk menjaga daya tarik mal mereka dan memenuhi kebutuhan pengunjung yang semakin beragam," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo