Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelatihan Operator dan Mekanik Alat Berat Paling Diminati, Berharap Kerja di Tambang Batu Bara di Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 14 Januari 2025 | 09:05 WIB
MENARIK: Jurusan pertambangan seperti operator dan mekanik alat berat masih jadi primadona. Ratusan orang mendaftar setiap pembukaan pelatihan.
MENARIK: Jurusan pertambangan seperti operator dan mekanik alat berat masih jadi primadona. Ratusan orang mendaftar setiap pembukaan pelatihan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Seiring masih dominannya sektor pertambangan di Kaltim, minat masyarakat untuk mencari sertifikasi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda paling banyak jurusan terkait. Mulai pertambangan dengan sub kejuruan operator loader, excavator dan forklift. Hingga otomotif dengan sub kejuruan mekanik dasar alat berat dan teknisi mekanik alat berat.

Itulah yang disampaikan Kepala BPVP Samarinda Eka Cahyana Adi. "Ada perbedaan antara jurusan yang diminati dan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Jika dilihat dari kebutuhan industri, memang mekanik alat berat yang paling dibutuhkan. Namun, dari sisi tren, operator alat berat lebih banyak diminati," ujar Eka, Senin (13/01).

Padahal, secara lingkup pekerjaan, mekanik alat berat memiliki cakupan yang lebih luas dalam peluang kerja dibandingkan operator alat berat. Namun, banyak peserta pelatihan yang lebih memilih sebagai operator alat berat, dengan salah satu alasan tertinggi adalah untuk mendapatkan lisensi.

Tren tersebut terus berlanjut hingga pembukaan batch 1 program pelatihan. Di mana tercatat 235 pendaftar untuk kelas mekanik alat berat dan 351 pendaftar kelas operator excavator. "Prinsip utama kami adalah menyelenggarakan pelatihan yang langsung terserap pasar kerja atau industri. Mirip lembaga pendidikan dan memang jurusan yang paling ramai saat ini pertambangan," tegas Eka.

Pada 2025, lembaga ini menargetkan pembukaan tiga batch pelatihan dengan beragam pilihan jurusan. Perluasan program pelatihan sejalan dengan tingginya permintaan pasar kerja terhadap tenaga-tenaga terampil.

Saat ini, BPVP Samarinda telah membuka 14 jurusan dengan berbagai sub-kejuruan. Mulai dari jurusan bangunan dengan tiga sub-kejuruan (juru gambar, juru ukur, proses furnitur kayu), hingga bidang yang lebih spesifik seperti teknik manufaktur dengan sub-kejuruan pengoperasian mesin CNC, penggambaran model 3D dengan CAD, dan pengoperasian mesin bubut.

Tak hanya itu, BPVP Samarinda juga menawarkan jurusan di luar industri seperti pertanian dengan pembudidayaan hidroponik, hingga teknologi hasil pangan dengan pembuatan roti dan kue. Hal itu sejalan dengan kebutuhan dan peluang saat ini.

Utamanya yakni pelayanan yang mengkhususkan pada peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia agar makin tinggi dan memenuhi kriteria kebutuhan tenaga kerja baik dari sektor industri maupun lainnya. Meliputi skilling, reskilling, dan upskilling.

"Skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan keahlian, untuk pencari kerja. Lalu upskilling, yang sudah kerja tapi ingin ditingkatkan kompetensinya, meningkatkan efektivitas kerja. Dan reskilling, fokus pada keterampilan baru," jelas Eka.

Selain skilling yang reguler dengan jadwal pendaftaran tetap, upskilling dan reskilling disebutkan umumnya datang dari permintaan industri. "Jadi misal dari Dinas Sosial (Dinsos), untuk pelatihan disabilitas. Dinsos ajukan, nanti kami buat programnya. Prinsipnya adalah, selama industrinya atau pasarnya itu ada," tutup Eka. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Mekanik Alat Berat #pelatihan operator ekskavator #pekerja tambang #Operator Alat Berat