KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sebagai salah satu kota besar di Kaltim dan mendapat dampak langsung dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat Balikpapan terus disorot. Kondisi ini membuka peluang besar bagi sektor ekonomi, khususnya di industri sepeda motor yang mengalami perkembangan pesat.
Salah satu sektor yang menarik untuk dijadikan bisnis adalah membuka bengkel resmi Honda, Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Mengingat permintaan akan layanan servis sepeda motor terus meningkat.
"Sejalan dengan tren peningkatan penjualan sepeda motor Honda, permintaan untuk layanan purna jual atau servis motor Honda juga terus meningkat. Apalagi, dengan adanya pembangunan IKN yang semakin dekat, jumlah pengguna kendaraan roda dua diprediksi akan semakin bertambah," ucap Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1 I Gusti Ngurah Dharma Palguna, Rabu (15/1).
Dari itu, Astra Motor Kaltim 1 sebagai main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, dan Kalimantan Utara (Kaltara) membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin merintis usaha bengkel resmi AHASS. Ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, seiring dengan peningkatan pengguna sepeda motor Honda di daerah tersebut.
Ia menuturkan, potensi bisnis AHASS di Kaltim sangat besar. Apalagi menurutnya, dengan semakin berkembangnya Balikpapan dan sekitarnya, terutama karena kedekatannya dengan IKN, kebutuhan akan bengkel resmi Honda sebagai pusat servis terpercaya juga akan semakin meningkat.
"Masyarakat yang membeli sepeda motor Honda akan membutuhkan layanan aftersales yang dapat diandalkan. Bengkel resmi AHASS adalah pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan layanan servis berkualitas, dengan standar yang sudah terjamin oleh Astra Honda Motor (AHM)," ujarnya.
Dijelaskan, proses untuk membuka bengkel resmi AHASS melalui Astra Motor Kaltim 1 terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama adalah survei kelayakan calon AHASS, yang meliputi penilaian terhadap lokasi dan komitmen pemilik bengkel. "Kami akan memastikan bahwa lokasi bengkel yang akan dibuka memiliki akses yang mudah dijangkau oleh konsumen dan memiliki fasilitas yang memadai," kata Ngurah.
Setelah survei kelayakan, tahapan berikutnya adalah penerbitan surat pengangkatan sementara yang diikuti dengan tahap operasional. Untuk memastikan bengkel beroperasi dengan standar yang tepat, pihak AHM pun memberikan pelatihan kepada semua SDM bengkel, yang meliputi teknisi, mekanik, hingga tenaga administrasi. Yakni pelatihan dengan materi yang sudah disertifikasi oleh ATPM.
Bergabung dengan jaringan AHASS menawarkan berbagai keuntungan bagi para pengusaha bengkel. Salah satunya adalah gratisnya pelatihan untuk seluruh level SDM bengkel. "Kami memberikan pelatihan gratis untuk seluruh level SDM bengkel, dengan materi yang telah disertifikasi oleh ATPM. Ini memastikan bahwa setiap teknisi di bengkel memiliki kemampuan yang memadai dalam menangani sepeda motor Honda," tutur Ngurah.
Selain pelatihan, bengkel AHASS juga mendapatkan keuntungan berupa sistem operasional yang sudah terstandarisasi. "Pengelola bengkel tidak perlu khawatir tentang biaya operasional seperti biaya maintenance, pengembangan, hingga server, karena semua itu sudah dicover oleh Astra Motor sebagai main dealer. Kami juga memastikan bahwa alat-alat bengkel dan fasilitas lainnya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ATPM," ujar Ngurah.
Tahapan terakhir adalah pengajuan AHASS baru ke AHM, yang mencakup persiapan dokumen seperti SIUP, NIB, izin lokasi, dan proposal pengajuan channel (PPC). "Semua dokumen dan persyaratan tersebut penting untuk memastikan bengkel bisa beroperasi secara resmi dan sesuai dengan regulasi yang ada," tambahnya.
Keuntungan lainnya adalah bantuan konsultasi teknis dan pengembangan bisnis bengkel. Astra Motor Kaltim 1 juga memberikan dukungan dalam bentuk promosi bersama yang bersifat regional maupun nasional, untuk dapat menarik pelanggan dan meningkatkan jumlah kunjungan ke bengkel.
"Selain mendapatkan keuntungan finansial, pemilik bengkel juga dapat berkontribusi dalam menyediakan layanan servis yang berkualitas dan serta mendukung pertumbuhan industri otomotif, karena bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan menyerap SDM lokal," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo