KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - 128 tahun sudah usia Balikpapan tercinta. Balikpapan yang telah melewati berbagai perubahan signifikan. Keteladanan kepemimpinan dan ketangguhan warganya membuat Balikpapan terus berkembang menjadi kota metropolitan yang progresif.
Apalagi dengan hadirnya ibu kota Nusantara (IKN), Balikpapan sebagai Kota Global akan semakin memancarkan harmoninya menjadi pusat berbagai aktivitas serta rumah yang nyaman bagi warga dan tamu yang berkunjung.
Balikpapan memiliki kontribusi 17 persen perekonomian Kaltim dengan konsistensi pertumbuhan yang berkelanjutan di atas rata-rata Kaltim dan nasional. Selain itu, Balikpapan pada 2024 dengan berbagai prestasi nasional juga telah ditetapkan sebagai Kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.
Di ulang tahun ke-128 kali ini, Pemerintah Balikpapan mengangkat tema “Harmoni Berkelanjutan”. Tema ini memiliki makna dan filosofi harapan menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan, namun tetap dalam bingkai madinatul iman.
Tema ini juga mencerminkan keselarasan atas keberlanjutan kepemimpinan Rahmad Mas’ud pada periode kedua yang mengusung visi “Balikpapan Kota Global Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman”. Balikpapan akan bersiap mengarah ke kiblat baru sebagai kota global.
Untuk menjadi kota global yang kompetitif, Balikpapan harus memenuhi beberapa parameter seperti tingkat perekonomian yang baik dan stabil, kemampuan untuk melakukan riset dan inovasi, serta memiliki daya tarik pariwisata dan budaya, lingkungan yang bersih dan nyaman, serta aksesibilitas yang baik.
Parameter ekonomi yang kuat merupakan faktor penting agar suatu kota dapat terhubung secara global. Untuk memenuhi standar dan diakui secara internasional, berikut adalah beberapa strategi penting yang dapat mendukung transformasi Balikpapan ke depan.
Pertama, pengembangan infrastruktur yang andal seperti transportasi publik terintegrasi, jaringan internet berkecepatan tinggi, serta kualitas air bersih dan udara yang baik sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kedua, lingkungan investasi yang menarik. Perbaikan regulasi bisnis dan manfaat bagi investor akan menarik lebih banyak investasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga penting untuk membangun kualitas hidup yang baik dan menjaga daya saing Balikpapan.
Ketiga, ruang publik yang ramah dan inklusif. Revitalisasi Kawasan pemukiman, membangun ruang publik yang mudah diakses, nyaman dan inklusif, seperti taman dan ruang terbuka hijau, akan meningkatkan kualitas suasana kota. Sekaligus akan menunjukkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Balikpapan.
Keempat, pendidikan dan kesehatan berkualitas. Memberikan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik dan produktif.
Dan kelima, pemeliharaan budaya dan identitas lokal. Menjaga, melestarikan dan mempromosikan seni, budaya lokal, dan nilai-nilai tradisional akan memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota yang kaya akan keanekaragaman budaya. Untuk itu seluruh lapisan masyarakat harus dilibatkan secara aktif sehingga dapat berperan dan berkontribusi secara optimal sehingga menimbulkan efek transformasi yang kuat.
Dengan langkah-langkah strategis dan semangat kebersamaan, kita berharap Balikpapan akan terus berkembang menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Semoga Balikpapan semakin nyaman untuk dihuni, dengan infrastruktur yang semakin baik, pelayanan publik yang semakin optimal, dan kehidupan masyarakat yang semakin harmoni dan sejahtera.
Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa Balikpapan tetap menjadi kota yang penuh harmoni dan berkelanjutan, bukan hanya bagi warganya, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia internasional. Dirgahayu Kota Balikpapan! (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo