KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – PT Trifita Deto Muara Badak (TDMB), anak perusahaan dari PT Trifita Perkasa, resmi mengoperasikan pabrik detonator jenis non-elektrik dan elektronik di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Rabu, (12/2). Keberadaan pabrik ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor detonator, khususnya untuk industri pertambangan.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 24 hektar ini, dengan 5 hektar di antaranya digunakan untuk bangunan, memiliki kapasitas produksi hingga 4,1 juta detonator per tahun. Pada tahap berikutnya, kapasitas produksi pabrik ini dapat ditingkatkan hingga mencapai 6 juta detonator per tahun, dengan tujuan memenuhi sebagian besar kebutuhan detonator dalam negeri.
Presiden Direktur PT Trifita Deto Muara Badak, Hery Kusnanto, menyampaikan bahwa pabrik ini menjadi solusi untuk kebutuhan detonator yang selama ini sebagian besar dipenuhi melalui impor dari negara-negara seperti Australia, Cina, Korea Selatan, dan Filipina.
“Upaya kami agar dapat memenuhi kebutuhan detonator dari dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia,” jelasnya.
Selama tiga bulan operasionalnya, TDMB telah berhasil memproduksi lebih dari 700 ribu detonator, dan sekitar setengah dari jumlah tersebut telah diserap oleh industri pertambangan yang ada di Kalimantan.
Pabrik ini diharapkan dapat menyuplai detonator ke perusahaan-perusahaan pertambangan besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral, dan sejumlah tambang batu bara lainnya.
Pendirian pabrik detonator ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Hampir 90 persen dari 100 karyawan yang bekerja di pabrik ini berasal dari daerah sekitar, termasuk Muara Badak, Bontang, dan Balikpapan.
Selain itu, TDMB turut mendukung usaha lokal lainnya dalam hal penyediaan jasa seperti catering, transportasi, dan perawatan kebun, yang turut meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
Keamanan dan keberlanjutan juga menjadi perhatian utama, dengan lokasi pabrik yang jauh dari pemukiman penduduk, serta ruang pengembangan yang disiapkan untuk masa depan.
Hery Kusnanto juga berharap agar keberadaan TDMB bisa dirasakan sebagai milik bersama oleh masyarakat dan pemerintah daerah, serta memberikan manfaat bagi industri pertambangan dan perekonomian Kaltim secara keseluruhan.
Kemitraan dengan Orica, produsen bahan peledak terkemuka asal Australia, turut memberikan jaminan kualitas pada produk-produk detonator yang dihasilkan oleh TDMB.
James Tiedgen, Country Director Orica untuk Indonesia, mengungkapkan bahwa perusahaan mereka akan terus mendukung kemajuan industri pertambangan Indonesia dengan menyediakan teknologi inovatif yang dibutuhkan.
“TDMB siap menjadi pemain utama dalam penyediaan detonator dalam negeri dan mendukung kemajuan industri pertambangan Indonesia di masa depan,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie