Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Terjaga di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 18 Februari 2025 | 06:05 WIB
Kepala OJK Kaltim dan Kaltara Parjiman
Kepala OJK Kaltim dan Kaltara Parjiman

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Januari 2025 menyimpulkan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga stabil di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

"Pertumbuhan ekonomi global 2025 diprediksi masih akan berada dalam level terbatas. Perkembangan terkini perekonomian global menunjukkan pergerakan yang cenderung sideways dengan aktivitas manufaktur dan perdagangan global yang menunjukkan pelemahan," papar Kepala OJK Kaltim dan Kaltara Parjiman, atau karib dipanggil Jimmy.

Dia menyebut, hal itu mendorong stance bank sentral global sedikit dovish ke depan dengan mayoritas bank sentral menurunkan suku bunga kebijakan dalam tiga bulan terakhir. Maksudnya, kondisi ekonomi global saat ini membuat bank-bank sentral dunia cenderung lebih longgar dalam kebijakan moneternya. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya bank sentral yang menurunkan suku bunga kebijakan mereka dalam tiga bulan terakhir.

Di Amerika Serikat (AS), perekonomian dan data ketenagakerjaan tumbuh solid dengan tekanan inflasi yang mereda mendorong perkiraan pasar akan pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) lebih cepat. Meskipun probabilitas pemangkasan pertama 2025 pada Mei meningkat, namun pasar terus mencermati arah kebijakan Presiden Donald Trump yang turut memengaruhi kenaikan volatilitas pasar keuangan dan ekspektasi inflasi.

"Di Tiongkok, ekonomi tercatat tumbuh 5,4 persen year-on-year (yoy), di atas ekspektasi pasar seiring peningkatan pada sektor real estate dan jasa keuangan. Namun, permintaan masih cenderung tertahan tercermin dari data Consumer Price Index (CPI) yang mencapai 0,2 persen dan Producer Price Index (PPI) yang melanjutkan kontraksi. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor mendorong surplus neraca perdagangan yang tinggi dan mencapai USD 992,16 miliar sepanjang 2024," bebernya.

Dari sisi domestik, kinerja perekonomian terjaga stabil dengan sepanjang 2024 perekonomian tercatat tumbuh 5,03 persen. Tingkat inflasi headline (CPI) stabil di level 1,57 persen yoy dengan inflasi inti 2,26 persen yoy. Surplus neraca perdagangan juga berlanjut dan cadangan devisa meningkat. Sementara itu, PMI Manufaktur tercatat stabil di zona ekspansi.

Meskipun terdapat tantangan dari ekonomi global, pihaknya tetap optimistis bahwa stabilitas SJK akan tetap terjaga. Hal tersebut didukung oleh kondisi ekonomi domestik yang stabil dan kinerja sektor keuangan yang masih positif. Terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas SJK. (*)

 

Editor : Duito Susanto