Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antisipasi Lonjakan, BI Pantau Harga Bahan Pokok jelang Ramadan

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 20 Februari 2025 | 06:05 WIB
STABILITAS: Pemantauan harga sebelum dan selama Ramadan akan dilakukan demi menjaga stabilitas harga di tengah permintaan yang cenderung tinggi.
STABILITAS: Pemantauan harga sebelum dan selama Ramadan akan dilakukan demi menjaga stabilitas harga di tengah permintaan yang cenderung tinggi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sudah jadi hal lumrah bahwa pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), harga kebutuhan pokok akan melonjak seiring tingginya permintaan. Mencegah hal itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim lakukan pemantauan harga. Dilakukan secara berkala, inspeksi mendadak (sidak) dan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto mengatakan pihaknya menggunakan tiga indikator utama, yaitu Lamin Etam dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, lalu pemantauan pasar harga kebutuhan pokok oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, serta Pusat Informasi Harga Pangan Strategis dari Bank Indonesia yang dapat diakses melalui website. "Pemantauan dilakukan setiap hari, setiap minggu, dan bahkan setiap bulan untuk mengetahui potensi kenaikan harga," kata Budi.

Dia menambahkan, jika ada tren kenaikan harga, pihaknya akan segera mengambil tindakan, seperti menyediakan gerakan pangan rumah tangga atau operasi pasar. Tantangan yang dihadapi tidak sedikit, terutama menjelang Ramadan, di mana konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Selain itu, KPw BI Kaltim juga terus memantau perkembangan iklim dan cuaca yang dapat mempengaruhi panen komoditas penyumbang inflasi.

"Lebih dari 70 persen kebutuhan di Kaltim dipasok dari luar daerah karena Kaltim bukan daerah produsen," terangnya. Dia akan terus memantau stok di gudang BUMD, pemerintah, Bulog, dan swasta untuk melihat neraca pangan daerah, apakah defisit atau surplus. Jika terjadi kenaikan harga dan stok menipis, akan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mendatangkan barang dari luar Kaltim dan mendistribusikannya dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Budi mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak, tidak berlebihan dan sebisa mungkin menggunakan pembayaran digital. "Selain lebih modern dan mudah, transaksi digital juga dapat menghindarkan masyarakat dari peredaran uang palsu," kata Budi.

Dia juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan imbauan belanja bijak kepada masyarakat. Para pedagang pun diingatkan untuk tidak menaikkan harga secara sepihak agar tercipta stabilitas harga. 

Dengan kolaborasi, juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga bahan pokok guna memastikan ketersediaan stok yang mencukupi bagi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kepanikan belanja yang berpotensi memicu lonjakan harga lebih lanjut.

Budi menggandeng pelaku usaha untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan mekanisme pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada penimbunan barang yang bisa memperburuk kondisi pasar.

"Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi. Melalui berbagai program sosialisasi, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola konsumsi yang bijak dan bertanggung jawab," tutupnya. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bahan pokok naik saat ramadan #ramadhan #bahan pokok naik #harga bahan pokok