Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kelompok Wanita Tani Rahmatika yang Membina Kalangan Perempuan untuk Menciptakan Ketahanan Pangan

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 11 Maret 2025 | 07:15 WIB
PEMBERDAYAAN: KWT Rahmatika membina kalangan perempuan dan sekolah agar bisa mandiri ketahanan pangan.
PEMBERDAYAAN: KWT Rahmatika membina kalangan perempuan dan sekolah agar bisa mandiri ketahanan pangan.

KALTIMPOST.ID-Di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin mengemuka, Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahmatika di Samboja, Kutai Kartanegara menjadi contoh inspiratif dalam menciptakan perubahan positif melalui pertanian berkelanjutan.

Didirikan dengan semangat pemberdayaan perempuan, KWT Rahmatika telah melaksanakan berbagai program yang tidak hanya mengutamakan ketahanan pangan lokal. Tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Reni Gemilang, penggerak utama KWT Rahmatika mengungkapkan kelompok itu berfokus pada penanaman hortikultura, pembibitan buah, serta memberikan pelatihan kepada dasawisma dan sekolah-sekolah setempat.

“Prinsip kami sederhana namun sangat kuat, ‘Tanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam, jual bibit yang kita tanam’. Harapannya, kegiatan ini bisa menciptakan kemandirian pangan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ucap Reni pada akhir pekan lalu.

Prinsip itu menggambarkan esensi dari gerakan KWT Rahmatika. Yakni memanfaatkan lahan untuk memenuhi keperluan pangan sendiri.

Sekaligus menciptakan peluang ekonomi melalui penjualan bibit tanaman yang mereka tanam.

Reni tidak hanya berbicara tentang pertanian, tetapi juga tentang pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat.

Pun, KWT Rahmatika secara rutin mengadakan pelatihan bagi dasawisma dan sekolah-sekolah setempat untuk mengenalkan pentingnya pertanian dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.

“Kami ingin membangun kesadaran sejak dini. Terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda. Bahwa pertanian itu penting dan bisa menjadi solusi untuk menciptakan ketahanan pangan di keluarga dan masyarakat,” kata Reni.

Dalam konteks itu, Eni Muara Bakau, perusahaan yang beroperasi di wilayah Samboja memiliki peran signifikan dalam mendukung kegiatan-kegiatan pemberdayaan seperti yang dilakukan oleh KWT Rahmatika.

Eni telah bekerja sama dengan berbagai kelompok tani dan masyarakat sekitar, membantu dalam pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan ketahanan pangan di tingkat desa.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah setempat, seperti SD O29 Samboja, yang telah menjalankan program Adiwiyata yakni sekolah berbasis lingkungan.

Reni berujar, SD O29 Samboja adalah salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara pihak sekolah, masyarakat, dan perusahaan.

“Sekolah ini tidak hanya mengajarkan pelajaran umum, tetapi juga pendidikan lingkungan hidup yang sangat penting bagi anak-anak. Kami memperkenalkan konsep pertanian sejak dini, di mana mereka belajar menanam, menyemai bibit, serta membuat pupuk organik kompos,” jelasnya.

Keberhasilan itu bukan hanya tercermin dalam pencapaian-pencapaian lokal. Seperti SD O29 yang berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dan nominasi sekolah inovatif kreatif dari BRIDA Kukar, tetapi juga dalam dampak sosial yang dirasakan masyarakat.

“Sekolah ini kini menjadi rujukan bagi beberapa universitas untuk penelitian lingkungan dan pendidikan berbasis pertanian. Bahkan, pada 2024, SD O29 Samboja berhasil meraih gelar sebagai sekolah sehat dan sekolah Adiwiyata,” sebut Reni.

Selain itu, keberhasilan program KWT Rahmatika juga terlihat dari prestasi yang diraih oleh kelompok-kelompok tani yang mereka bina.

KWT Permata Hijau, yang dibina oleh Reni, berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten pada tahun 2024.

KWT Permata Hijau adalah salah satu contoh kelompok tani yang berhasil mengembangkan potensi mereka.

Mereka tidak hanya menanam untuk konsumsi sendiri. Tetapi juga menghasilkan bibit yang bisa dijual dan memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan kepada masyarakat.

Kegiatan yang digagas oleh KWT Rahmatika dan berbagai pihak terkait mencakup lebih dari sekadar pertanian.

Program “Gerakan Menanam Bersama Ramah Lingkungan” yang mereka memopulerkan telah menarik perhatian banyak pihak dan menjadi gerakan yang booming di kalangan masyarakat.

Gerakan itu tidak hanya berfokus pada peningkatan ketahanan pangan. Tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi lokal.

KWT Rahmatika memiliki 18 anggota, dengan binaan lainnya berupa 2 KWT, 2 sekolah, dan 2 dasawisma.

“Pemberdayaan perempuan dan kelompok tani seperti KWT Rahmatika adalah langkah strategis dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan berbagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan kepada lebih banyak kelompok tani, kami yakin bahwa kesadaran tentang pentingnya pertanian akan semakin berkembang, dan pada akhirnya dapat menciptakan ekonomi yang lebih mandiri bagi masyarakat,” ujar Reni. (rd)

 

ULIL MU'AWANAH

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #ENI Indonesia #kutai kartanegara #ketahanan pangan #Kutai Barat