Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertambangan Masih Dominasi Ekonomi Kaltim, Industri CPO Dongkrak Ekonomi

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 16 Maret 2025 | 18:43 WIB

 

PENDORONG: Industri pengolahan terutama CPO mengalami peningkatan ekspor. Menjadi motor utama pertumbuhan sektor industri triwulan IV 2024.
PENDORONG: Industri pengolahan terutama CPO mengalami peningkatan ekspor. Menjadi motor utama pertumbuhan sektor industri triwulan IV 2024.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Struktur perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan IV 2024 masih didominasi oleh lima sektor usaha utama, yaitu pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, dan perdagangan.

Dominasi sektor pertambangan pada ekonomi Kaltim masih sangat terasa, namun sektor industri pengolahan menunjukkan geliat positif.

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 37,56 persen dari total ekonomi Kaltim. Disusul oleh industri pengolahan (18,31 persen), konstruksi (12,08 persen), pertanian (9,01 persen), dan perdagangan (6,90 persen).

"Kelima sektor usaha tersebut menguasai 83,86 persen dari total ekonomi Kaltim di triwulan IV 2024," jelasnya. Meskipun sektor pertambangan masih mendominasi, kinerja positif perekonomian Kaltim pada triwulan IV 2024 didorong oleh sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kaltim, terutama industri pengolahan CPO yang mengalami peningkatan ekspor.

"Membaiknya kinerja industri pengolahan CPO menjadi motor utama pertumbuhan sektor industri di triwulan IV 2024," kata Budi. Peningkatan ekspor CPO juga berdampak positif pada sektor pertanian, terutama perkebunan, seiring dengan tibanya periode panen raya. Kondisi itu juga mendorong peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan.

Sektor perdagangan juga mengalami peningkatan kinerja, didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Di sisi lain, sektor pertambangan dan konstruksi mengalami perlambatan. Pertumbuhan sektor pertambangan tertahan akibat pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan peningkatan curah hujan yang mengganggu aktivitas pertambangan. Sementara itu, perlambatan sektor konstruksi disebabkan oleh moderasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah selesainya sebagian besar proyek tahap I.

"Meskipun melambat, sektor pertambangan dan konstruksi masih memberikan andil pertumbuhan tertinggi, masing-masing 2,31 persen (yoy) dan 0,99 persen (yoy)," lanjut Budi.

Sektor industri pengolahan menyumbang andil pertumbuhan 0,67 persen (yoy), sektor perdagangan 0,57 persen (yoy), dan sektor pertanian 0,25 persen (yoy). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekonomi Kaltim #industri cpo #pertambangan