KALTIMPOST.ID – Antisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat saat Ramadan hingga jelang Idulfitri, Bank Mandiri menyiapkan Rp 2,32 triliun. Khusus untuk wilayah Kalimantan. Angka tersebut turun dibanding tahun lalu sekitar 23,8 persen.
Regional CEO Bank Mandiri Region IX/Kalimantan Ferry Kurnia Budianto mengatakan, sebagian besar dari alokasi kebutuhan uang tunai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri di Region IX/Kalimantan yang diprediksi mencapai Rp 2,24 triliun selama periode 10 Maret-8 April.
“Kami juga telah mengoptimalisasi pengisian 751 unit ATM/CRM (ATM setor tarik) Bank Mandiri di Kalimantan yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus di seluruh Indonesia sejak awal bulan ini hingga saat libur Lebaran,” kata Ferry Kurnia Budianto.
Selain mesin ATM, dia melanjutkan, Bank Mandiri juga mengoptimalkan channel-channel pembayaran online untuk membantu nasabah bertransaksi dengan cepat, antara lain dengan 12.232 mesin EDC dan aplikasi Livin’ by Mandiri.
“Mengingat banyaknya pengguna Livin’ by Mandiri, kami akan mengoptimalisasi kapasitas super app ini agar tetap dapat memberikan layanan prima pada saat puncak transaksi, termasuk layanan BI Fast yang kini menjadi pilihan utama nasabah dalam pengiriman dana,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk memastikan kelancaran transaksi BI FAST nasabah, pihaknya akan menyediakan likuiditas yang memadai pada Rekening Settlement Dana (RSD) untuk mengantisipasi lonjakan transaksi BI FAST pada periode Ramadhan dan Idulfitri.
Sedangkan langkah preventive maintenance akan dilakukan pada 162 ATM/CRM yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, khususnya di lokasi strategis seperti rest area, bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hotel, SPBU dan tempat wisata.
Nasabah juga dapat menggunakan Livin’ by Mandiri yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan seperti cek saldo, transfer, pembayaran tagihan bulanan dan e-commerce, top up e-money maupun e-wallet, serta pembayaran dengan QRIS. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan pemesanan tiket kereta, pesawat, sampai tempat wisata melalui fitur Sukha pada super app ini.
“Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja,” imbuh Ferry Kurnia Budianto.
Sedangkan bagi pengguna jalan tol yang belum memiliki kartu mandiri e-money, Ferry Kurnia Budianto menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan stok kartu yang dapat diperoleh di cabang, Fitur Sukha di Livin by Mandiri, toko retail (Indomaret, Alfamart, dan lain-lain), outlet resmi Bank Mandiri di e-commerce (Tokopedia, Blibli, Shopee).
Ferry Kurnia Budianto menjelaskan, pihaknya juga akan memastikan kesiapan jaringan IT secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan transaksi yang dilakukan nasabah pada seluruh channel pembayaran elektronik, dengan membentuk tim monitoring IT yang selalu siaga.
"Tidak hanya itu, selama Ramadan Bank Mandiri juga memberikan banyak program khusus spesial untuk memanjakan nasabah. Nasabah dapat mengakses ragam program tersebut melalui bmri.id/ramadan2025," papar Ferry Kurnia Budianto.
Adapun secara nasional, Bank Mandiri menyiapkan net kebutuhan uang tunai sekitar Rp 31,6 triliun pada 10 Maret–8 April 2025. Jumlah kebutuhan uang tunai tersebut naik sebesar 5,9 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Bank Mandiri juga mengoptimalkan pengisian 12.905 unit ATM/CRM dan 246.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Duito Susanto