KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Produksi padi Kaltim sepanjang 2024 mencatat kenaikan sebesar 9,99 persen dibandingkan 2023. Total produksi mencapai 249,64 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik dari 226,97 ribu ton GKG pada tahun sebelumnya.
Kenaikan produksi itu dipengaruhi oleh peningkatan luas panen di sejumlah wilayah. Namun, periode Januari hingga Agustus 2024 justru mencatat penurunan produksi yang cukup signifikan, sebelum akhirnya melonjak pada subround September–Desember 2024.
“Pada subround tersebut, produksi naik sebesar 48,87 ribu ton GKG atau 65,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Puncak panen terjadi pada September dengan total produksi 81,20 ribu ton GKG, sementara produksi terendah terjadi pada Juli, hanya sekitar 1,63 ribu ton GKG.
“Penurunan produksi pada subround Januari-April 2024 dan Mei-Agustus 2024 masing-masing disebabkan oleh penurunan luas panen padi sebesar 3,55 ribu hektare (12,78 persen) dan 1,90 ribu hektare (16,17 persen),” lanjutnya.
Selain itu, penurunan produktivitas pada periode yang sama juga menyebabkan penurunan produksi padi. Sebaliknya, peningkatan produksi pada akhir tahun menjadi angin segar bagi sektor pertanian.
Sementara perbandingan dengan 2023, puncak panen terjadi pada Maret dengan 60,67 ribu ton GKG. Produksi terendah pada Desember yakni 0,77 ribu ton GKG. (*)
Editor : Duito Susanto