Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Produksi Padi Awal Tahun Ini Diproyeksi Positif, Kukar Tertinggi

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 24 Maret 2025 | 20:57 WIB
KEBUTUHAN: Pemerintah daerah diharapkan terus memaksimalkan potensi wilayah masing-masing untuk menjaga stabilitas produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional.
KEBUTUHAN: Pemerintah daerah diharapkan terus memaksimalkan potensi wilayah masing-masing untuk menjaga stabilitas produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Produksi padi pada 2024 mencatat dinamika yang cukup beragam di wilayah Kalimantan Timur. Kutai Kartanegara dan Berau menjadi wilayah dengan penurunan produksi, sementara Paser, Samarinda dan Kutai Timur mengalami kenaikan.

Berdasarkan data, tiga daerah dengan total produksi padi tertinggi pada 2024 adalah Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara. Sebaliknya, produksi padi terendah tercatat di Bontang, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.

Data BPS mencatat, pada 2024 produksi padi Kutai Kartanegara mencapai 106,55 ribu ton gabah kering giling (GKG), tertinggi dibanding seluruh daerah. Namun menurun dari 2023 yang angkanya 115,10 ribu ton GKG.

Di posisi kedua, ada Paser dengan produksi padi 52,89 ribu ton GKG. Tunjukkan kenaikan dibanding 2023 yang sebesar 28,61 ribu ton GKG. Dan posisi ketiga, Penajam Paser Utara yang catatkan kenaikan tipis dari 45,10 ribu ton GKG pada 2023 menjadi 48,13 ribu ton GKG tahun lalu.

“Pada Januari 2025, produksi padi diperkirakan 0,84 ribu ton GKG dan potensi produksi sepanjang Februari-April 2025 mencapai 109,64 ribu ton GKG,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.

Jika terealisasi, total potensi produksi subround Januari-April 2025 mencapai 110,48 ribu ton GKG, meningkat 23,49 persen dibandingkan subround yang sama pada 2024, yang sebesar 89,46 ribu ton GKG.

Potensi produksi padi tertinggi pada awal 2025 diperkirakan ada di Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Paser. Sebaliknya, Bontang, Balikpapan, dan Mahakam Ulu diprediksi tetap menjadi daerah dengan produksi terendah.

Namun, penurunan produksi masih membayangi beberapa wilayah, seperti Kutai Timur, Berau, dan Samarinda. Di sisi lain, kenaikan yang cukup signifikan diperkirakan terjadi di Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat.

Pemerintah daerah diharapkan terus memaksimalkan potensi wilayah masing-masing untuk menjaga stabilitas produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan prediksi peningkatan produksi awal tahun, harapannya keseimbangan pasokan pangan dapat tetap terjaga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kaltim #produksi padi