BALIKPAPAN - Di tengah kondisi okupansi kamar hotel yang sedang menurun, kegiatan berbuka puasa atau bukber di hotel justru menunjukkan tren positif di tahun ini. Peningkatan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, meski banyak kafe dan restoran baru yang bermunculan di kota ini.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Balikpapan Zuwaini berujar, bahwa angka kunjungan tamu untuk acara bukber di hotel mengalami peningkatan yang cukup baik. "Peningkatan tamu yang melakukan bukber di hotel sangat baik dibandingkan tahun-tahun lalu maupun periode sebelumnya," turyrnya, Kamis (27/3).
Dikatakan Zuwaini, meski banyak pilihan tempat makan baru berupa kafe dan restoran yang tersedia di Balikpapan, minat masyarakat untuk berbuka puasa di hotel tidak berkurang, malah cenderung semakin ramai.
Di satu sisi, hotel-hotel di Balikpapan memang menghadapi penurunan okupansi kamar, yang menjadi tantangan bagi industri perhotelan di kota ini. Meskipun demikian, peningkatan dalam kegiatan bukber menjadi angin segar bagi sektor ini. Berbagai hotel di Balikpapan pun berlomba-lomba menyajikan beragam paket buka puasa yang menarik, mulai dari menu khas Indonesia hingga hidangan internasional.
Zuwaini menyebutkan, bahwa acara bukber di hotel memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang mengadakan acara buka puasa bersama karyawan atau untuk tujuan sosial lainnya.
"Hotel dianggap lebih nyaman dan praktis, dengan fasilitas lengkap yang bisa memenuhi kebutuhan acara besar, mulai dari ruang makan yang luas hingga pilihan menu yang variatif. Hal ini berbeda dengan kafe atau restoran yang umumnya tidak dapat menampung tamu dalam jumlah banyak sekaligus," ucapnya.
Peningkatan kegiatan bukber ini juga mencerminkan adanya pergeseran preferensi masyarakat yang lebih memilih untuk menikmati suasana buka puasa yang lebih nyaman dan eksklusif. Bahkan, beberapa hotel menawarkan tema-tema tertentu untuk memperkaya pengalaman berbuka puasa, seperti nuansa tradisional atau suasana santai yang cocok untuk bersosialisasi.
"Semoga tren positif ini dapat terus memberikan dampak yang baik bagi industri perhotelan di Balikpapan. Meskipun tantangan okupansi kamar tetap ada, sektor perhotelan bisa mengandalkan kegiatan-kegiatan seperti bukber sebagai alternatif pendapatan," harapnya.
Adapun General Manager Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan Joko Budi Jaya menyebut, per harinya tamu yang melakukan reservasi untuk bukber dapat mencapai 300 orang. Sedangkan di Whiz Prime Balikpapan, rata-rata tamu yang hadir menyantap makanan berbuka puasa diangka 100 pax.
Ulil Mu'awanah
Editor : Muhammad Ridhuan