Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Genjot PAD dari Pasar Inpres, Hingga Maret Baru Terealisasi Rp 500 Juta 

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 11 April 2025 | 20:39 WIB
TUMPUAN: Tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal, Pasar Inpres Kebun Sayur juga menjadi salah satu daya tarik wisata bagi lokal, luar daerah dan luar negeri.
TUMPUAN: Tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal, Pasar Inpres Kebun Sayur juga menjadi salah satu daya tarik wisata bagi lokal, luar daerah dan luar negeri.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) terus mengupayakan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional, termasuk Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan Barat. Pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik wisata belanja di Kota Minyak tersebut.

Kepala UPTD Pasar Wilayah I Disdag Balikpapan Normaniah mengatakan, pada 2025 pihaknya ditargetkan setoran PAD dari Pasar Inpres Kebun Sayur mencapai Rp 2 miliar. Namun hingga akhir Maret 2025, capaian PAD baru menyentuh angka 25 persen dari target tersebut atau sekitar Rp 500 juta.

“Memang kalau dari segi target cukup besar dan sampai Maret baru sekitar seperempatnya. Kita masih akan terus evaluasi dan upayakan peningkatan hingga akhir tahun,” sebut Normaniah, kemarin (11/4).

Ia menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah target tersebut akan tercapai hingga Desember 2025. Meski terdapat peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya, namun daya beli masyarakat belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Memang dari sisi pengunjung sudah mulai meningkat, apalagi karena pasar ini juga dikenal sebagai destinasi belanja oleh wisatawan lokal dan luar daerah. Tapi daya beli belum terlalu besar,” tambahnya.

Pada 2024 lalu, PAD dari Pasar Inpres Kebun Sayur berhasil mencapai Rp 1,2 miliar. Naiknya jumlah pengunjung disebut Normaniah sebagai salah satu faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut. Yang mana, itu tidak terlepas dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) pula di Sepaku.

Pasar ini terkenal dengan ragam produk khas Kalimantan seperti kerajinan tangan, perhiasan tradisional, dan manik-manik suku Dayak. “Pasar Inpres Kebun Sayur punya potensi yang sangat besar. Selain sebagai pusat perdagangan lokal, pasar ini juga memiliki nilai jual sebagai objek wisata belanja. Banyak wisatawan datang ke sini untuk mencari oleh-oleh khas Kalimantan,” tutur Normaniah.

Ia berharap, dukungan dari seluruh pihak, termasuk pedagang dan pengelola, agar target PAD tahun ini bisa mendekati pencapaian tahun lalu. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan promosi pasar dan memperkuat kerja sama dengan pelaku pariwisata.

"Dengan meningkatnya kolaborasi dan sinergi antara sektor perdagangan dan pariwisata, pemerintah optimistis potensi Pasar Inpres Kebun Sayur dapat lebih maksimal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah," ucap Normaniah. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pad #pasar inpres kebun sayur #balikpapan