Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekonomi Balikpapan Menggeliat di Akhir Tahun, Tumbuh 6,61 Persen, Kontribusi Sektor Jasa Menanjak 

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 11 April 2025 | 20:43 WIB
BERGESER: Kontribusi sektor tersier di Balikpapan meningkat dari 35,82 persen menjadi 38,08 persen. Menandai adanya perubahan dinamika ekonomi kota yang mulai bergerak ke arah jasa dan perdagangan.
BERGESER: Kontribusi sektor tersier di Balikpapan meningkat dari 35,82 persen menjadi 38,08 persen. Menandai adanya perubahan dinamika ekonomi kota yang mulai bergerak ke arah jasa dan perdagangan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ekonomi Balikpapan pada 2024 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,23 persen dibandingkan 2023 secara kumulatif (ctc). Kinerja apik ini didorong oleh hampir semua sektor usaha, namun yang paling tinggi dari jasa dan perdagangan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama menuturkan, secara year on year (yoy), pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mencapai angka 6,61 persen. Angka ini mencerminkan geliat ekonomi yang cukup signifikan menjelang akhir tahun.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2024 ini merupakan hasil dari pertumbuhan positif di seluruh sektor, dengan sektor tersier atau jasa mengalami lonjakan tertinggi sebesar 12,26 persen,” ucap Marinda, Jumat (11/4).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, sektor sekunder yang meliputi industri manufaktur, konstruksi, dan pengolahan tumbuh sebesar 4,15 persen. Sedangkan sektor primer seperti pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan tumbuh 2,58 persen pada periode yang sama.

Namun, jika dilihat dari struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, dominasi sektor sekunder dalam perekonomian Balikpapan masih bertahan meski mengalami sedikit penurunan kontribusi dari 63,26 persen di triwulan IV-2023 menjadi 61,01 persen di triwulan IV-2024.

Sebaliknya, kontribusi sektor tersier meningkat dari 35,82 persen menjadi 38,08 persen, menandai perubahan dinamika ekonomi kota yang mulai bergerak ke arah jasa dan perdagangan.

Secara kuartalan (qtq), perekonomian Balikpapan triwulan IV-2024 juga mencatat pertumbuhan 3,27 persen dibandingkan triwulan III-2024. Marinda menambahkan bahwa pada periode ini, sektor primer menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,13 persen, diikuti sektor tersier 3,65 persen, dan sektor sekunder 3,08 persen.

“Ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang konsisten dan merata di berbagai sektor, meski tantangan global dan nasional masih terus memengaruhi,” bebernya.

Dari sisi pengeluaran, dua komponen utama PDRB juga mencatatkan pertumbuhan signifikan secara yoy. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 6,83 persen, sedangkan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) meningkat 4,07 persen. Namun, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 9,43 persen.

“Kontraksi pada konsumsi pemerintah ini kemungkinan besar terkait dengan efisiensi belanja atau penyesuaian anggaran yang dilakukan menjelang akhir tahun,” jelas Marinda.

Dari struktur pengeluaran, komponen PMTB masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 38,54 persen, disusul oleh komponen lainnya 35,02 persen, PK-RT 22,25 persen, dan PK-P hanya sebesar 4,19 persen.

Marinda berharap tren pertumbuhan positif ini dapat terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Dengan perencanaan pembangunan yang tepat serta responsif terhadap dinamika ekonomi, Balikpapan memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” tandas Marinda. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Jasa #ekonomi Balikpapan