KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kabar gembira kembali menghampiri geliat ekonomi syariah di Kalimantan Timur (Kaltim).
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada perbankan syariah di Bumi Etam menunjukkan tren positif berkelanjutan.
Pada triwulan IV 2024, pundi-pundi DPK syariah Kaltim tercatat tumbuh subur sebesar 18,74 persen secara year-on-year (yoy).
Angka tersebut jelas lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya, menandakan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip Islam.
Jika ditelisik lebih dalam, pertumbuhan DPK syariah ditopang kinerja apik dari seluruh komponen pembentuknya.
Namun, yang menjadi bintang pertumbuhan adalah giro syariah yang melesat hingga 26,15 persen (yoy).
Tak kalah mentereng, deposito dan tabungan syariah juga ikut berkontribusi signifikan, pertumbuhan masing-masing sebesar 26,03 persen (yoy) dan 12,88 persen (yoy).
“Dari sisi komposisi, tabungan syariah masih menjadi andalan utama dalam penghimpunan DPK syariah di Kaltim. Pangsa tabungan tercatat mendominasi dengan kontribusi sebesar 52,78 persen,” papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Di urutan berikutnya, deposito syariah menyumbang pangsa sebesar 34,18 persen, diikuti giro syariah dengan pangsa 13,05 persen.
Meski pangsa DPK syariah Kaltim secara keseluruhan masih tergolong minim jika dibandingkan dengan DPK non-syariah, yakni hanya sebesar 8,04 persen pada triwulan IV 2024, namun tren pertumbuhannya patut diapresiasi.
“Pangsa DPK syariah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 7,64 persen. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran dan minat masyarakat Kaltim terhadap produk dan layanan keuangan syariah semakin meningkat," tegasnya.
Dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga.
Editor : Dwi Restu A