Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tiongkok Kuasai Pasar Impor Nonmigas Kaltim, Arab Saudi dan Jerman Menyusul

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 17 April 2025 | 09:52 WIB

Barang-barang dari Tiongkok membanjiri Kaltim. Banyaknya varian plus harga yang kompetitif, membuatnya tinggi peminat.
Barang-barang dari Tiongkok membanjiri Kaltim. Banyaknya varian plus harga yang kompetitif, membuatnya tinggi peminat.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap impor nonmigas dari Tiongkok semakin menguat.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, lonjakan nilai impor nonmigas dari 13 negara utama pada Februari 2025 didominasi oleh Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Danantara Diklaim Sebagai Langkah Nyata Menuju Ekonomi Mandiri dan Berkeadilan

“Total impor nonmigas dari 13 negara tersebut tercatat sebesar USD 140,85 juta, melonjak signifikan sebesar USD 54,23 juta atau 62,61 persen dibandingkan Januari 2025,” ungkap Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.

Kenaikan impor ini terutama dipicu oleh "serbuan" barang dari Tiongkok yang nilainya naik fantastis sebesar USD 45,66 juta atau 295,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain Tiongkok, Arab Saudi juga mencatatkan kenaikan impor yang luar biasa. “Sebesar USD 10,58 juta atau 3.778,57 persen. Jerman turut menyumbang kenaikan dengan nilai impor yang lebih tinggi sebesar USD 3,83 juta atau 46,14 persen,” sambungnya.

Baca Juga: Kredit Korporasi di Kaltim Tetap Ekspansif, Jaminan bagi Aktivitas Bisnis dan Investasi Skala Besar

Jika dilihat dari kontribusinya terhadap total impor nonmigas Kaltim selama periode Januari hingga Februari 2025, Tiongkok semakin kukuh di posisi puncak.

“Pangsa impor dari Tiongkok mencapai USD 76,54 juta atau 28,49 persen dari total impor nonmigas. Malaysia menyusul di urutan kedua dengan nilai impor USD 38,23 juta atau 14,23 persen, dan Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan nilai impor USD 24,42 juta atau 9,09 persen,” ungkapnya.

Secara regional, negara-negara ASEAN secara kolektif menyumbang nilai impor nonmigas sebesar USD 50,03 juta atau 18,62 persen selama periode Januari-Februari 2025.

“Sementara itu, kelompok negara Uni Eropa mencatatkan nilai impor sebesar USD 65,86 juta atau 24,52 persen pada periode yang sama,” kata Yusniar.

Meskipun secara keseluruhan impor nonmigas dari 13 negara utama mengalami kenaikan, beberapa negara justru menunjukkan penurunan nilai impor ke Kaltim.

Baca Juga: Ekspor Balikpapan Tunjukan Tren Positif di Februari, Tapi Terkontraksi Secara Kumulatif

Negara-negara ASEAN selain Malaysia, Singapura, dan Vietnam, serta beberapa negara Uni Eropa lainnya, mencatatkan penurunan nilai impor. Britania Raya bahkan mengalami penurunan impor yang cukup signifikan.

Ketergantungan yang tinggi pada satu negara sumber impor dapat menimbulkan risiko jika terjadi gejolak ekonomi atau politik di negara tersebut. Diharapkan, Kaltim dapat terus menjajaki peluang impor dari negara lain untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga barang. (*)

 

 

 

Editor : Ery Supriyadi
#Nonmigas #tiongkok #impor