Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pengusaha Lokal Mulai Terdampak Ketidakpastian Global, Dampaknya Okupansi Hotel di Kaltim Jadi Rendah, Ini yang Harus Dilakukan Pelaku Usaha

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 25 April 2025 | 07:35 WIB
Abriantinus
Abriantinus

KALTIMPOST.ID-Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Abriantinus mengingatkan, seluruh pelaku usaha di daerah untuk bersiap menghadapi dampak besar dari kondisi geopolitik global yang terus bergejolak.

Menurutnya, perang dagang dan ketegangan antarnegara ekonomi besar memberikan efek domino yang luar biasa terhadap iklim usaha di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Perang dagang dan konflik geopolitik tidak hanya menjadi urusan negara-negara besar. Kita di daerah pun merasakan dampaknya dan memengaruhi operasional bisnis sehari-hari,” kata Abriantinus.

Dia mencontohkan kondisi okupansi hotel di Kaltim yang kini anjlok drastis. Bahkan berada di bawah 30 persen.

Situasi itu, menurutnya, mencerminkan ketidakpastian dan penurunan aktivitas ekonomi.

“Bayangkan, saat ini okupansi hotel saja sudah di bawah 30 persen. Itu menunjukkan daya beli melemah, mobilitas bisnis menurun, dan pelaku usaha sektor jasa sangat terdampak,” jelasnya.

Abriantinus juga menekankan pentingnya strategi adaptif bagi para pengusaha di tengah situasi global yang tak menentu.

Dia menyarankan pelaku usaha untuk tidak hanya bergantung pada pasar lokal. Tetapi mulai memperluas jaringan bisnis secara digital dan menjajaki peluang market yang lebih luas.

Dengan tekanan geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda, dunia usaha di Kaltim kini dihadapkan pada tantangan besar yang menuntut kesiapan, kolaborasi, dan ketahanan luar biasa.

“Kita harus cerdas membaca peta persaingan global. Jangan hanya fokus bertahan, tapi harus bisa menyesuaikan model bisnis. Transformasi digital, efisiensi operasional, dan diversifikasi pasar menjadi kunci,” tambahnya.

Apindo Kaltim, lanjut Abriantinus, juga memiliki sejumlah program pendampingan dan pelatihan agar lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi global.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan agar ada kebijakan yang mendukung keberlangsungan bisnis. Terutama sektor yang paling terdampak seperti pariwisata dan logistik.

“Dunia usaha perlu dukungan nyata. Juga kepastian regulasi dan kebijakan yang mempermudah ekspansi serta inovasi,” pungkasnya. (rd)

ULIL MU'AWANAH

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #PSU Pilkada Kukar #perhotelan Kalimantan Timur #Kutai Barat #Apindo Kaltim