Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Tomat Paling Sering Catatkan Deflasi pada 2024

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 2 Mei 2025 | 13:21 WIB

Photo
Photo
PENURUNAN: Berdasarkan survei harga konsumen (SHK), tomat tercatat 7 kali jadi penyumbang deflasi bulanan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Berdasarkan data Survei Harga Konsumen (SHK), sejumlah komoditas pangan dan transportasi justru mengalami penurunan harga atau deflasi bulanan (month-to-month/mtm). Yang paling sering bikin harga-harga mendingin adalah tomat, tercatat tujuh kali menjadi penyumbang deflasi bulanan.

Selain si buah merah merona itu, daging ayam ras dan cabai rawit juga cukup sering memberikan angin segar penurunan harga. "Selain itu, daging ayam ras dan cabai rawit juga tercatat masing-masing enamm kali masuk dalam lima besar penyumbang deflasi bulanan. Kedua komoditas ini dikenal memiliki harga yang cukup fluktuatif karena dipengaruhi oleh musim dan kondisi pasokan-pemintaan yang tidak stabil," papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.

Sektor transportasi udara juga tak mau ketinggalan berkontribusi dalam menekan angka deflasi. Angkutan udara tercatat lima kali menjadi penyumbang deflasi bulanan. Biasanya, penurunan tarif tiket pesawat terjadi di luar musim liburan, saat permintaan tidak terlalu tinggi. "Penurunan tarif angkutan udara biasanya terjadi di luar musim liburan," lanjutnya.

Dua komoditas pangan lainnya, bawang merah dan ikan layang/ikan benggol, juga sama-sama lima kali berperan dalam mendorong deflasi bulanan. "Sementara penurunan harga bawang dan ikan dipengaruhi oleh musim panen atau tangkap yang baik," ucap Yusniar.

Data tersebut menunjukkan bahwa beberapa komoditas strategis cukup ampuh dalam menahan laju inflasi bulanan di Kaltim. Namun, fluktuasi harga yang cukup sering pada komoditas-komoditas tersebut juga mengindikasikan perlunya upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Pemerintah perlu terus memantau pergerakan harga komoditas-komoditas penting tersebut. Jika pasokannya lancar dan stabil, harga juga cenderung aman di kantong masyarakat.

Dengan pemantauan yang ketat dan kebijakan yang tepat sasaran, diharapkan tren deflasi pada komoditas-komoditas tertentu ini dapat terus dipertahankan, sehingga daya beli masyarakat Kaltim tetap terjaga. (*)

 

 

Editor : Ismet Rifani
#BPS KALTIM #Deflasi Kaltim