Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Masyarakat Kaltim Makin Rajin Gesek Kartu Debit, Transaksi Sentuh Angka Rp 40,83 Triliun Lebih

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 4 Mei 2025 | 14:46 WIB
TRANSAKSI: Total volume transaksi kartu debit tercatat 35,07 juta dengan nilai Rp 40,83 triliun.
TRANSAKSI: Total volume transaksi kartu debit tercatat 35,07 juta dengan nilai Rp 40,83 triliun.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penggunaan kartu ATM atau debit di Kaltim menunjukkan tren peningkatan signifikan, baik dari sisi nilai maupun volume transaksi. Data dari Bank Indonesia Kaltim, pada triwulan IV 2024, nilai transaksi kartu ATM atau debit melesat 9,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III 2024 yang sebesar 4,97 persen (yoy). Secara nominal, transaksi kartu ATM atau debit pada kuartal terakhir 2024 mencapai angka Rp 40,83 triliun. Jumlah itu juga lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang membukukan Rp 38,63 triliun.

"Dari sisi volume transaksi kartu ATM atau debit juga mengalami pertumbuhan 6,68 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III 2024 yang tumbuh 7,36 persen (yoy)," papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Total volume transaksi kartu tercatat sebanyak 35,07 juta transaksi, sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan III yang mencapai 35,13 juta transaksi.

Secara spasial, Samarinda dan Balikpapan tampil sebagai motor utama penggerak pertumbuhan transaksi kartu debit. Berdasarkan nilai transaksi, Kota Tepian memegang porsi terbesar dengan kontribusi mencapai 29 persen, disusul ketat oleh Kota Beriman dengan 27 persen.

"Kutai Kartanegara dan Kutai Timur turut memberikan kontribusi signifikan, masing-masing sebesar 10 persen," sambungnya.

Jika dilihat dari sisi volume transaksi, dominasi Samarinda dan Balikpapan semakin kentara. Samarinda mencatatkan porsi sebesar 31 persen, sementara Balikpapan cukup tipis dengan sebesar 30 persen.

Sedangkan Kutai Kartanegara dan Kutai Timur kembali menyusul dengan kontribusi masing-masing sebesar 10 persen dan 8 persen dari total volume transaksi kartu ATM/Debit di Kaltim.

Hal itu mengindikasikan bahwa masyarakat Kaltim semakin aktif menggunakan kartu debit untuk berbagai transaksi. Samarinda dan Balikpapan, sebagai pusat aktivitas ekonomi dan populasi terbesar di Kaltim, menjadi penyumbang utama pertumbuhan transaksi kartu debit, diikuti oleh kontribusi yang cukup besar dari Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.

Tren positif itu diharapkan terus berlanjut seiring dengan semakin berkembangnya infrastruktur pembayaran dan preferensi masyarakat terhadap transaksi non tunai. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#debit #transaksi #kartu atm #volume #kaltim