KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Triwulan I-2025 masih menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan sebesar 4,08 persen secara tahunan (yoy).
Meskipun demikian, angka itu sedikit melambat jika dibandingkan dengan capaian pada periode sama tahun lalu yang mencapai 7,26 persen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan bahwa hampir seluruh sektor usaha di Bumi Etam mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.
Baca Juga: Workshop IKN Digital Community: Dorong UMKM Melek Digital & Akses Pembiayaan Lewat Pegadaian
Pengecualian terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang justru mengalami kontraksi 0,63 persen. Padahal, sektor itu masih menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Kaltim dengan kontribusi mencapai 35,34 persen.
Tiga sektor yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan pertama ini adalah penyediaan akomodasi dan makan-minum yang melesat hingga 14,22 persen.
"Diikuti oleh perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh solid 13,63 persen, serta transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan 13,36 persen,” beber Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Dia menjelaskan bahwa meskipun sektor pertambangan mengalami penurunan, kontribusi positif dari sektor-sektor lain mampu menahan laju perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, dan transportasi menunjukkan pemulihan yang kuat.
Baca Juga: Deposito Bank Digital Jadi Primadona Baru Investasi
Struktur ekonomi Kaltim secara umum masih didominasi oleh lima lapangan usaha utama. Selain pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan memiliki peranan signifikan sebesar 19,57 persen, disusul Konstruksi (11,40 persen).
“Lalu pertanian, kehutanan, dan perikanan (9,58 persen), serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (7,56 persen). Total kontribusi kelima sektor ini mencapai 83,45 persen terhadap perekonomian Kaltim,” lanjutnya.
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi secara tahunan, sektor industri pengolahan memberikan andil terbesar yakni 1,56 persen. Kemudian disusul oleh perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor (0,82 persen) dan transportasi dan pergudangan (0,40 persen).
Kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya yang memberikan andil negatif sebesar 0,29 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q to q), ekonomi Kaltim pada Triwulan I-2025 mengalami kontraksi 1,77 persen. Penurunan disebabkan oleh performa beberapa lapangan usaha yang kurang menggembirakan.
“Sektor konstruksi menjadi penyumbang kontraksi terbesar dengan penurunan mencapai 7,53 persen. Diikuti oleh administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang terkontraksi 5,15 persen, serta pertambangan dan penggalian yang kembali mencatatkan penurunan sebesar 4,99 persen,” ungkap Yusniar.
Baca Juga: Astra Motor Kaltim 1 Berikan Potongan Hingga Rp 11 Juta untuk Motor Listrik
Meskipun demikian, masih ada sembilan sektor yang mampu tumbuh positif pada periode ini. Sektor perdaganan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor menjadi bintang dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,16 persen. Kemudian diikuti oleh industri pengolahan (4,13 persen) dan pertanian, kehutanan, dan perikanan (2,61 persen).
Dari sisi sumber pertumbuhan triwulanan, sektor pertambangan dan penggalian memberikan andil negatif terdalam sebesar 2,31 persen. Sektor konstruksi menyusul dengan andil negatif 0,70 persen, dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,10 persen.
Sementara itu, industri pengolahan memberikan andil positif terbesar (0,75 persen), diikuti perdaganan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor (0,37 persen), serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (0,16 persen). (*)
Editor : Ery Supriyadi