Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sektor Luar Negeri Selamatkan Ekonomi Kaltim dari Kontraksi Lebih Dalam

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 8 Mei 2025 | 09:41 WIB

 

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Triwulan I-2025 tercatat sebesar 4,08 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhannya positif, meskipun melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data terbaru mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Kaltim ditopang kuat oleh sektor ekspor, sementara belanja pemerintah justru mengalami kontraksi yang signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi ini terjadi di sebagian besar komponen pengeluaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Baca Juga: Dorong Investasi Emas Digital, Pegadaian Digital Solusi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Global

Pengecualian terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang justru mengalami percepatan pertumbuhan. Sebaliknya, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) terkontraksi.

Kinerja ekspor barang dan jasa catatkan pertumbuhan mencapai 6,23 persen. Peningkatan didorong oleh tingginya permintaan berbagai komoditas unggulan hasil industri pengolahan Kaltim di pasar luar.

“Seperti hasil kilang BBM, produk kimia dan pupuk, semen, feronikel, serta CPO dan produk turunannya,” ungkap Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.

Selain ekspor, komponen lain yang juga mencatatkan pertumbuhan positif adalah Pengeluaran Pemerintah (PK-Pemerintah) sebesar 5,58 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,33 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 2,29 persen.

Namun, PK-LNPRT mengalami kontraksi sebesar 1,63 persen dibandingkan Triwulan I-2024. Di sisi lain, impor barang dan jasa yang menjadi faktor pengurang PDRB justru tumbuh positif sebesar 7,41 persen.

Baca Juga: Kuatkan Ekosistem UMKM, Pegadaian Buka Wawasan lewat Literasi Keuangan dan Teknologi

Struktur PDRB Kaltim pada Triwulan I-2025 masih didominasi oleh Net Ekspor yang memberikan kontribusi sebesar 43,23 persen terhadap total ekonomi.

Kontribusi besar ini berasal dari tingginya kontribusi Ekspor Barang dan Jasa yang mencapai 119,13 persen, meskipun diimbangi oleh impor barang dan jasa yang berperan hingga 75,90 persen sebagai faktor pengurang.

“Komponen lain yang juga memiliki peran signifikan adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 35,20 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 17,55 persen, Pengeluaran Pemerintah (PK-Pemerintah) sebesar 3,48 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 0,53 persen,” bebernya.

Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi secara tahunan, Net Ekspor memberikan sumbangan terbesar yakni 2,62 persen. Kemudian disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 0,77 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 0,67 persen, serta komponen lainnya sebesar 0,02 persen.

Jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2024 (quarter to quarter/q to q), perekonomian Kaltim justru mengalami kontraksi sebesar 1,77 persen. Kondisi itu disebabkan oleh sebagian besar komponen PDRB menurut pengeluaran yang mengalami penurunan.

Baca Juga: Inflasi Balikpapan Capai 1,51 Persen, Komoditas Ini yang Jadi Penyumbang Tertinggi…

Satu-satunya komponen yang mencatatkan pertumbuhan positif secara triwulanan adalah Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 1,52 persen. Sementara itu, kontraksi terdalam dialami oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-Pemerintah) yang anjlok hingga 60,23 persen.

“Komponen lain yang juga mengalami pertumbuhan negatif adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,33 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 4,62 persen, dan Ekspor Barang dan Jasa sebesar 0,90 persen.

Impor Barang dan Jasa juga mengalami kontraksi sebesar 7,30 persen dibandingkan triwulan sebelumnya,” lanjut Yusniar.

Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi antar-triwulan, andil pertumbuhan negatif terbesar diberikan oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-Pemerintah) sebesar 3,95 persen.

Diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,60 persen dan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, Net Ekspor dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) masih memberikan andil positif masing-masing sebesar 3,59 persen dan 0,21 persen. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#konsumsi rumah tangga #BPS KALTIM #belanja pemerintah #ekspor