KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pembayaran lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan kenaikan sebagai metode kekinian yang makin digandrungi. Buktinya, jumlah pengguna baru dan pedagang (merchant) yang memanfaatkan QRIS meningkat signifikan.
“Hingga triwulan IV 2024, jumlah pengguna QRIS melonjak 23,69 persen (year-on-year/yoy). Lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya (III 2024) yang mencapai 45,68 persen (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Namun, secara absolut, pengguna QRIS terus bertambah. Tercatat ada 794.555 pengguna QRIS di akhir tahun lalu, lebih banyak dibanding 779.320 pengguna pada triwulan III 2024.
Tren positif juga terjadi pada sisi pedagang. “Jumlah merchant yang menerima pembayaran via QRIS tumbuh 25 persen (yoy) pada triwulan IV 2024. Sama seperti pertumbuhan pengguna, angka itu memang sedikit di bawah pertumbuhan triwulan III 2024 yang mencapai 27 persen (yoy),” lanjutnya.
Secara keseluruhan, jumlah merchant QRIS terus bertambah, mencapai 595.668 pedagang pada akhir 2024, naik dari 560.843 merchant pada triwulan sebelumnya.
“Pesatnya adopsi QRIS tak lepas dari masifnya upaya sosialisasi, edukasi, dan publikasi yang terus digencarkan berbagai pihak. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat serta para pelaku usaha dalam memanfaatkan kemudahan pembayaran digital ini,” papar Budi.
Hasilnya pun tak main-main. Transaksi QRIS, baik dari sisi nilai (nominal) maupun jumlah (volume), terus menunjukkan tren peningkatan. Pada triwulan IV 2024, nilai transaksi QRIS meroket 182 persen (yoy), mencapai Rp 3,43 triliun. Jauh lebih tinggi dibanding triwulan III 2024 yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 2,74 triliun.
Tak hanya nilai, volume transaksi QRIS juga ikut melesat. Tercatat pertumbuhan sebesar 237 persen (yoy) pada triwulan IV 2024, dengan total 24,9 juta transaksi. Angka itu juga lebih tinggi dibanding volume transaksi pada triwulan III 2024 yang mencapai 19,4 juta transaksi.
Pertumbuhan yang konsisten tersebut semakin mengukuhkan posisi QRIS sebagai salah satu infrastruktur pembayaran digital yang paling efektif dan efisien di Indonesia.
Kemudahannya bagi pengguna dan pedagang, ditambah dengan keamanan yang terjamin, menjadi daya tarik utama. Dengan tren yang terus positif ini, bukan tidak mungkin QRIS akan semakin mendominasi lanskap pembayaran di Tanah Air.
Editor : Dwi Restu A