Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dua Kabar Gembira dari Kaltim: Kemiskinan Berkurang, Kesenjangan Ekonomi Makin Kecil

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 14 Mei 2025 | 09:25 WIB

Jumlah penduduk miskin di Kaltim mengalami penurunan berdasarkan data BPS Kaltim per Maret 2024.
Jumlah penduduk miskin di Kaltim mengalami penurunan berdasarkan data BPS Kaltim per Maret 2024.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Angin segar bertiup kencang di Kalimantan Timur (Kaltim). Indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif.

Berkat kondisi ketenagakerjaan yang kian membaik, jumlah penduduk miskin di Bumi Etam terus mengalami penurunan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Tak hanya itu, jurang ketimpangan pendapatan antara si kaya dan si miskin pun semakin menyempit.

Baca Juga: Honda Beat Tawarkan Diskon Hingga Rp 6 Juta

Data terbaru Maret 2024 mencatat, jumlah penduduk miskin di Kaltim berada di angka 221,34 ribu jiwa. “Rinciannya, sebanyak 118,44 ribu orang (54 persen) berada di perkotaan dan 102,90 ribu orang (46 persen) tinggal di perdesaan,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Angka itu jelas menunjukkan penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Di perkotaan, jumlah penduduk miskin menyusut 3,26 persen (year-on-year/yoy), sementara di perdesaan penurunannya lebih dalam, mencapai 5,28 persen (yoy). “Secara keseluruhan, Kaltim berhasil menekan angka kemiskinan hingga 4,21 persen (yoy),” lanjutnya.

Sejalan dengan tren positif tersebut, tingkat kemiskinan di Kaltim pada Maret 2024 juga tercatat lebih rendah, yakni 5,78 persen. Angka itu lebih baik dibanding Maret 2023 yang masih berada di level 6,11 persen. Jadi bukti bahwa perbaikan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan memberikan dampak langsung pada pengentasan kemiskinan.

Kabar baik tak berhenti di situ. Ketimpangan pendapatan di Kaltim juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. “Hal ini tercermin dari penurunan rasio gini Kaltim dari 0,322 pada Maret 2023 menjadi 0,321 pada Maret 2024,” beber Budi.

Sebagai informasi, Rasio Gini adalah indikator yang mengukur tingkat ketimpangan pendapatan di suatu wilayah. Semakin mendekati 0, semakin kecil jurang perbedaan pendapatan. Angka rasio gini Kaltim juga tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio gini nasional yang tercatat 0,379 pada periode yang sama.

Baca Juga: Perluas Pasar Ekspor Sawit, Jaga Harga TBS Tetap Stabil

Meski demikian, Kaltim masih memiliki pekerjaan rumah. Rasio gini  Kaltim tercatat sebagai yang tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan.

Namun, tren penurunan yang terjadi mengindikasikan adanya pemerataan kesejahteraan yang semakin baik di tengah indikator positif lainnya, seperti meningkatnya partisipasi angkatan kerja dan menurunnya tingkat kemiskinan.

Dengan semakin kecilnya jurang ketimpangan ini, diharapkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Kaltim dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara lebih adil. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#rasio gini #penduduk miskin #angkatan kerja