KALTIMPOST.ID-Di tengah meningkatnya arus penumpang dan kapal, volume angkutan barang melalui jalur laut di Balikpapan justru menunjukkan penurunan pada Maret 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, volume barang angkutan dalam negeri yang dimuat di Pelabuhan Semayang dan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau hanya mencapai 35.546 ton.
Angka itu turun 21,35 persen dari Februari 2025 dan turun 31,51 persen dibandingkan Maret 2024.
“Adapun volume barang yang dibongkar tercatat 231.037 ton, meningkat tipis 5,58 persen secara bulanan namun tetap turun 23,69 persen secara tahunan,” sebut Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Dia mengatakan bahwa fluktuasi itu bisa dipengaruhi oleh faktor siklus industri, serta dinamika permintaan barang antarwilayah.
“Penurunan volume muatan bisa disebabkan pergeseran jadwal pengiriman, penyesuaian stok, atau jenis komoditas yang dikirim. Untuk rinciannya kita perlu melihatnya secara lebih mendalam bersama pelaku logistik tersebut,” tutur Marinda.
Untuk angkutan luar negeri, volume barang yang dibongkar hanya 3.663 ton, turun tajam 63,50 persen dibanding Februari, dan 34,79 persen dibanding Maret tahun lalu. Sementara volume barang yang dimuat untuk ekspor tercatat hanya 377 ton.
Di sisi lain, jumlah kunjungan kapal luar negeri mencapai 47 unit, naik 9,30 persen dibanding bulan lalu. Meski begitu, secara tahunan tidak terjadi perubahan.
Dari sisi GT, total mencapai 1.745.619, naik 11,78 persen dari bulan sebelumnya, tapi masih turun 0,62 persen dibanding Maret 2024.
“Sedangkan LOA kapal luar negeri tercatat 10.073 meter, meningkat 14,71 persen dari Februari. Namun turun drastis 52,24 persen dibanding tahun lalu,” timpalnya. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.