KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan tren positif dengan terus bertambahnya jumlah penduduk usia kerja.
Yang diiringi dengan peningkatan partisipasi dalam angkatan kerja serta penurunan angka pengangguran.
Baca Juga: Ini Penyebab Turunnya Volume Angkutan Barang di Balikpapan
“Pada Februari 2025, tercatat sebanyak 3.197.293 penduduk Kaltim berada dalam usia kerja (15 tahun ke atas),” jelas Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Angka itu menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 166.887 orang dibandingkan Februari 2024, dan bahkan melonjak sebanyak 254.926 orang jika dibandingkan dengan Februari 2023.
“Mayoritas penduduk usia kerja ini tergolong sebagai angkatan kerja, mencapai 66,40 persen atau sebanyak 2.123.156 orang. Sisanya termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja,” lanjutnya.
Komposisi angkatan kerja di Kaltim pada Februari 2025 terdiri dari 2.009.990 orang yang bekerja dan 113.166 orang pengangguran. Jika dibandingkan dengan Februari 2024, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 113.639 orang.
“Rinciannya, jumlah penduduk yang bekerja naik sebesar 115.996 orang, sementara jumlah pengangguran berhasil ditekan dan turun sebanyak 2.357 orang,” ungkapnya.
Tren positif juga terlihat jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2023, di mana jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 191.126 orang, penduduk bekerja bertambah 201.018 orang, dan pengangguran berkurang 9.892 orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang mengindikasikan persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi, di Kaltim pada Februari 2025 tercatat sebesar 66,40 persen. Ada kenaikan tipis sebesar 0,09 persen poin dibandingkan Februari 2024.
Menariknya, terdapat perbedaan TPAK berdasarkan jenis kelamin. TPAK laki-laki tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 82,88 persen, dibandingkan TPAK perempuan yang sebesar 48,64 persen.
“Namun, jika dibandingkan dengan Februari 2024, terjadi dinamika yang menarik. TPAK laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,91 persen poin, sementara TPAK perempuan justru menunjukkan peningkatan sebesar 1,26 persen poin,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi