KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kabar anyar soal peta lapangan kerja di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) lewat Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025 memperlihatkan, sektor primer seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi andalan utama dalam menyerap tenaga kerja di Bumi Etam, dengan kontribusi mencapai 19,19 persen dari total penduduk bekerja.
“Sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor juga memegang peranan penting dengan menyerap 18,50 persen tenaga kerja,” ujar Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian, yang selama ini lekat dengan citra Kaltim, berada di posisi ketiga dengan kontribusi 9,69 persen.
Yang menarik, jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2024, terjadi dinamika pergerakan tenaga kerja antar sektor. Sektor pertambangan mencatatkan penambahan pekerja paling signifikan, yakni mencapai 46.002 orang.
Sektor jasa profesional dan perusahaan juga tak kalah saing dengan penambahan 35.189 pekerja. “Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan turut menyumbang kenaikan dengan bertambahnya 22.808 pekerja,” lanjutnya.
Namun, di balik kabar gembira tersebut, ada catatan yang perlu menjadi perhatian. Beberapa sektor justru mengalami penurunan serapan tenaga kerja yang cukup besar. Sektor jasa pendidikan menjadi yang paling terpukul dengan kehilangan 22.469 pekerja.
Sektor konstruksi juga mengalami nasib serupa dengan pengurangan 11.512 pekerja. Tak ketinggalan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib juga mencatatkan penurunan sebesar 5.504 pekerja.
Pergeseran mengindikasikan adanya perubahan struktur perekonomian dan kebutuhan tenaga kerja di Kaltim. Dominasi sektor primer dan moncernya sektor pertambangan bisa jadi sinyal ketergantungan yang makin kuat pada sumber daya alam.
Sementara itu, penurunan di sektor jasa pendidikan dan konstruksi perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami penyebab dan implikasinya terhadap kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur di Kaltim. (*)
Editor : Duito Susanto