Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kontribusi Kalsul pada Lifting Migas Nasional Terus Tumbuh, Cadangan Baru Dorong Aktivasi Train Badak LNG

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 23 Mei 2025 | 18:23 WIB
KONTRIBUSI NYATA: SKK Migas Kalsul menyumbang 12 persen lifting minyak dan 29 persen lifting gas secara nasional.
KONTRIBUSI NYATA: SKK Migas Kalsul menyumbang 12 persen lifting minyak dan 29 persen lifting gas secara nasional.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kontribusi wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) terhadap sektor migas nasional menunjukkan tren positif. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat Kalsul menyumbang 12 persen lifting minyak dan 29 persen lifting gas secara nasional.

Sebagaimana dipaparkan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Azhari Idris, capaian ini masih akan terus meningkat seiring dengan ditemukannya cadangan migas baru, seperti temuan di Geng North dan pengembangan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) oleh ENI yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Tambahan cadangan ini proyeksinya dapat mengaktivasi kembali beberapa train yang ada di Badak LNG Bontang. Ini akan menjadi titik balik yang strategis bagi optimalisasi infrastruktur LNG nasional,” ungkap Azhari, kemarin (23/5).

Geliat eksplorasi dan pengembangan hulu migas di wilayah Kalimantan dikatakan terus menunjukkan dinamika yang menggembirakan. Di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, KKKS Kalisat Energi Nusantara sedang melaksanakan kegiatan pengeboran.

Sementara itu, Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus mengakselerasi Optimalisasi Pengembangan Lapangan (OPLL) dan masif melakukan pengeboran. Lebih jauh, Azhari menekankan pentingnya keberadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kalimantan Timur dalam menciptakan dampak ekonomi daerah.

“Multiplier effect dari hulu migas sangat luas, mulai dari dana bagi hasil (DBH), participating interest 10 persen, pelibatan pengusaha lokal, hingga serapan tenaga kerja,” jelasnya.

Pun ditambahkan, dukungan pemerintah pusat melalui reformasi regulasi, kebijakan fiskal fleksibel dan konektivitas data yang makin baik menjadi kunci daya tarik investasi migas di Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen SKK Migas dalam menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah.

“Sinergi dan komunikasi antara industri hulu migas dengan Pemprov Kaltim harus kita tingkatkan untuk mewujudkan ketahanan energi. Ketahanan energi nasional akan terwujud jika didukung ketahanan energi dari daerah,” tegas Azhari. (*)

 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#hulu migas #kalimantan #Lifting Gas #lifting minyak #skk migas #kontribusi