KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan. Kadang, ia tumbuh dari akar, dari tanah tempat pohon-pohon ditanam dengan penuh kesadaran. Inilah semangat yang coba digaungkan Pelindo Regional 4 Balikpapan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kamis (5/6), melalui gerakan menanam 50 bibit pohon pucuk merah di kawasan pelabuhan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi simbol dari transformasi budaya perusahaan mengakar pada kepedulian terhadap lingkungan dan membentuk identitas baru sebagai pelabuhan hijau di tengah tantangan industrialisasi.
“Kami tidak ingin pelabuhan hanya dipandang sebagai titik logistik. Kami ingin pelabuhan menjadi bagian dari ekosistem yang hidup dan ramah lingkungan,” kata Wahyudi, selaku Manager SDM yang mewakili GM Pelindo Regional 4 Balikpapan Suhadi Hamid.
Penanaman dilakukan serentak di dua titik strategis, yaitu lingkungan kantor Pelindo Semayang dan Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan Barat. Pemilihan pohon pucuk merah bukan tanpa alasan. Selain estetik dan adaptif terhadap berbagai kondisi cuaca, jenis ini juga efektif sebagai penyaring debu dan penyejuk udara di lingkungan padat aktivitas pelabuhan.
Namun, nilai utama dari aksi ini justru terletak pada partisipasi kolektif. Seluruh pejabat dan karyawan Pelindo turut ambil bagian, menjadikan kegiatan ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menanam kesadaran.
“Inilah langkah kecil yang kami yakini dapat membawa dampak besar, khususnya dalam membentuk budaya perusahaan yang sadar lingkungan. Kami berharap kegiatan ini jadi tradisi, bukan hanya agenda tahunan,” lanjut Wahyudi.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang lingkungan hidup yang secara konsisten dijalankan Pelindo. Aksi penanaman tahun ini adalah tahun kedua, dan diharapkan menjadi pijakan untuk program berkelanjutan yang lebih luas.
Langkah ini juga sejalan dengan visi besar Pelindo untuk menjadi perusahaan pelabuhan kelas dunia yang tak hanya fokus pada efisiensi bisnis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Dengan menanam pohon, Pelindo Balikpapan tak hanya merawat tanah, tetapi juga menanam harapan bahwa industri dan alam bisa berdampingan, selama ada kemauan dan komitmen untuk berubah.
“Ke depan, kami ingin menyatu dengan alam, bukan berjarak dengannya. Pelabuhan yang produktif bukan berarti harus mengorbankan lingkungan. Justru lingkungan yang sehat akan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat pula,” tutup Wahyudi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo